Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menegaskan bahwa dukungan psikososial dan trauma healing menjadi kebutuhan mendesak bagi kelompok rentan dalam penanganan bencana.

"Pendampingan layanan dukungan psikososial akan kami prioritaskan. Kami akan bekerja sama juga dengan berbagai mitra untuk melakukan trauma healing. Dari dialog yang kami lakukan, kejadian ini meninggalkan luka mendalam, terutama bagi keluarga yang anggotanya masih belum ditemukan," ujar Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Hal itu dikatakannya saat meninjau posko bencana tanah longsor di Dusun Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
 

Kunjungan dilakukan untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal serta memperhatikan kebutuhan kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak.

Ia menekankan pentingnya data terpilah serta penyediaan posko yang aman dan ramah perempuan serta anak.

"Kami berharap tersedianya data terpilah agar memudahkan tindak lanjut, terutama terkait jumlah perempuan, anak-anak, lansia, ibu menyusui, dan ibu hamil. Kami juga meminta agar keamanan toilet serta ketersediaan penerangan di posko benar-benar dipastikan," kata menteri.

Arifah Fauzi juga mengimbau masyarakat di pengungsian untuk tidak ragu melapor apabila melihat, mendengar, atau mengalami tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Laporan dapat disampaikan melalui layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 atau WhatsApp 08111-129-129.


Pemerintah saat ini memprioritaskan penyelamatan jiwa sebagai langkah utama penanganan bencana.

"Kedua adalah penanganan korban, mulai dari identifikasi sampai penyerahan jenazah korban kepada keluarga secara bermartabat, perlindungan pengungsi, pelayanan pengungsi, dan yang penting lagi adalah pencegahan bencana susulan," ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno.

Penanganan longsor dilakukan melalui lima klaster, yakni pencarian dan penyelamatan, kesehatan, logistik, perlindungan sosial, dan infrastruktur.

Seluruh unsur pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, serta relawan terus berkoordinasi di lapangan.

"Tadi Bapak Wakil Presiden sudah membahas dengan Wakil Gubernur Jawa Barat dan Bupati Bandung Barat mengenai rencana relokasi untuk menghindari dampak susulan. Identifikasi lahan dan lain-lain tadi sudah diminta untuk segera dilakukan," kata Pratikno.

Baca juga: Komisi VIII DPR menyoroti kondisi psikis korban Longsor Cisarua

 

Baca juga: Legislator sampaikan duka cita atas meninggalnya 2 anggota Polri di Bandung Barat

Baca juga: 38 jenazah longsor Cisarua Bandung berhasil dievakuasi hingga hari ini


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menteri Arifah tekankan trauma healing bagi korban longsor di Cisarua



Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor : Yuniardi Ferdinan

COPYRIGHT © ANTARA 2026