Garut (ANTARA) - Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Aten Munajat menyatakan, semua pihak yang berkepentingan harus segera menyelesaikan persoalan sengketa lahan sekolah SMA Yayasan Baitul Hikmah di Kabupaten Garut agar siswa tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM).

"Kami sangat menyayangkan terhambatnya aktivitas belajar mengajar di SMA Yayasan Baitul Hikmah Garut akibat persoalan sengketa lahan wakaf," kata Aten di Garut, Rabu.

Ia menuturkan sudah mendapatkan informasi adanya siswa-siswi di SMA Yayasan Baitul Hikmah Garut yang tidak bisa masuk sekolah untuk melaksanakan kegiatan belajar seperti biasa karena sekolahnya dikunci oleh pihak yang mengaku pemilik lahan.

Persoalan sengketa itu, kata dia, bisa diselesaikan dengan duduk bersama sehingga tidak harus mengorbankan siswa di sekolah tersebut yang memiliki hak menimba ilmu.

"Pendidikan adalah hak dasar peserta didik yang tidak boleh dikorbankan oleh konflik apa pun," kata politisi senior PPP itu.

Ia mendorong seluruh pihak terkait untuk menahan diri dengan mengedepankan dialog, dan menyelesaikan segala permasalahan terkait lahan tersebut melalui jalur hukum dan musyawarah yang berkeadilan.

Pemerintah daerah bersama dinas pendidikan, kata dia, harus hadir memberikan jaminan keberlangsungan KBM bagi siswa dan guru di sekolah tersebut.



Pewarta: Feri Purnama
Editor : Yuniardi Ferdinan

COPYRIGHT © ANTARA 2026