Garut (ANTARA) - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Jawa Barat, melakukan evaluasi manajemen wisata Pantai Santolo sebagai persiapan menjelang libur Lebaran 2026 agar lebih aman dan nyaman sehingga bisa menarik wisatawan berkunjung ke tempat tersebut.
"Ini juga menjadi bahan nanti dalam rangka evaluasi dan perbaikan manajemen terkait dengan penarikan tiket dan sebagainya," kata Kepala Disparbud Kabupaten Garut Beni Yoga saat ditanya wartawan usai adanya insiden masyarakat yang dianiaya terkait retribusi di kawasan wisata Pantai Santolo, Garut, Senin.
Ia menuturkan Disparbud Garut saat ini sedang mendalami permasalahan di kawasan wisata tersebut agar tidak terus berkepanjangan yang dapat mengganggu kenyamanan wisatawan.
Upaya secepatnya menyelesaikan masalah di tempat wisata itu, kata dia, sebagai persiapan untuk berbenah menghadapi akan ramainya kunjungan wisatawan saat momentum libur Hari Raya Lebaran nanti.
"Kita harus cepat (evaluasi manajemen), pasti ada Idul Fitri (Lebaran), dan lain-lain, dan Idul Fitri saya kira itu juga kunjungan akan cukup banyak," katanya.
Ia mengatakan Disparbud Garut untuk tahap awal mengumpulkan terlebih dahulu jajaran internal terutama Unit Pelaksana Teknis (UPT) Disparbud di kawasan wisata Pantai Santolo.
Disparbud Garut, kata dia, akan menampung segala persoalan dari internal maupun nanti dari pihak eksternal terkait pengelolaan destinasi wisata Pantai Santolo.
"Saya sedang pendataan, sedang pemetaan, sedang belanja masalah lah kurang lebih seperti itu ya. Nah, kira-kira apa yang harus kita perbaiki setelah saya nanti memutuskan masalah yang ada di lapangan," kata Beni.
Ia berharap setelah adanya rapat koordinasi bersama mendapatkan solusi sehingga semua pemangku kebijakan sudah mulai bersiap-siap untuk menyambut momentum libur panjang pada Hari Raya Lebaran.
