Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, melibatkan kalangan pelajar dalam program penyebaran 5,2 juta bibit, sebagai upaya untuk melakukan penghijauan lahan yang rusak di wilayahnya.
Bupati Bandung Dadang Supriatna dalam keterangannya di Bandung, Sabtu, menyampaikan bahwa pelibatan tersebut dilakukan melalui gerakan bersama pengumpulan biji tanaman kayu keras oleh para pelajar sekolah dasar dan menengah.
"Kami melibatkan masing-masing siswa TK (Taman Kanak-Kanak), SD (Sekolah Dasar), dan SMP (Sekolah Menengah Pertama) untuk memberikan minimal 5 benih biji-bijian. Ini untuk menjaga dan melestarikan lingkungan dalam rangka investasi masa depan,” ujarnya.
Dirinya menjelaskan bahwa jenis bibit tanaman yang dikumpulkan merupakan pohon berbatang keras, antara lain albasia, mahoni, kaliandra, ganitri, hantap, kemiri, angsret, jamuju, dan manglid.
Adapun bibit pohon buah-buahan juga dipersiapkan guna mendukung program ketahanan pangan daerah yang antara meliputi jenis buah-buahan seperti Nangka, Rambutan, Salak, Mangga, Durian, Alpukat
Pada kesempatan tersebut, dirinya juga memaparkan bahwa penyebaran bibit tersebut akan dilaksanakan di bulan Januari 2026 dengan menggunakan jalur udara atau sistem aeroseeding.
Ia juga menambahkan pihaknya secara intensif melakukan koordinasi dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) yang berada di Landasan Udara Sulaiman guna membahas terkait lokasi penyebaran bibit tersebut.
"Hal itu (koordinasi) dilakukan untuk menentukan titik lokasi atau kawasan yang akan ditebar benih biji-bijian tersebut. Jangan sampai ada warga yang terkena bibit biji-bijian buah-buahan yang ditebar melalui pesawat," jelasnya.
Dadang menyebut pihaknya juga berencana melaksanakan penanaman tanaman produktif di wilayah Kecamatan Kertasari, Cimaung dan Ciwidey dengan melaksanakan penanaman pohon alpukat yang dinilai cukup bagus untuk mendukung ketahanan pangan di daerah.
Hal tersebut dilakukan Pemkab Bandung sebagai upaya jangka panjang dalam antisipasi potensi dampak bencana klimatologi, berupa bencana longsor maupun banjir bandang sebagai akibat dari tingginya curah hujan akibat kondisi lahan yang kritis.
