Indramayu (ANTARA) - Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol Karyoto menegaskan komitmen institusi kepolisian untuk membantu program swasembada pangan melalui aksi tanam jagung yang melibatkan kelompok tani serta masyarakat di Indramayu, Jawa Barat.
Ia mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap Program AstaCita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan menjaga ketersediaan jagung.
“Kami mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan. Tadi sudah saya jelaskan panjang lebar bahwa dengan menanam berarti ada hal yang dinanti, yaitu memetik hasil,” ujarnya di Indramayu, Kamis.
Untuk tahap awal, kata dia, telah disiapkan lahan seluas 150 hektare untuk digarap secara bersama dengan petani serta masyarakat sekitar.
Ia menyebutkan jagung dipilih karena memiliki potensi ekonomi besar, terutama sebagai bahan baku industri pakan ternak yang dapat menekan biaya produksi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kalau hari ini kita menanam jagung, tentunya tiga bulan setengah ke depan bisa memanen. Ada pengusaha yang menyediakan tanah, bibit, pupuk, dan ada pekerja. Ini membuka lapangan pekerjaan baru,” katanya.
Karyoto menekankan pentingnya keberlanjutan proses produksi, termasuk peran off-taker yang siap membeli hasil panen dengan harga memadai, sehingga kegiatan tanam tidak berhenti setelah satu kali panen.
“Panen terus, diupayakan panen lagi. Efek domino dari sebuah proses ekonomi akan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Menurut dia, harga jagung yang stabil akan membantu industri pakan ternak sehingga dapat berdampak pada penurunan harga telur atau daging ayam, yang selama ini masih menjadi keluhan masyarakat.
“Ada jagung dengan harga baik, ada pabrik pakan dengan harga yang baik. Ini bisa menurunkan harga telur, sehingga gizi anak-anak kita pun terbantu,” katanya.
Sementara itu Bupati Indramayu Lucky Hakim mengapresiasi keterlibatan Polri dalam program pengembangan jagung di daerahnya.
“Alhamdulillah, Indramayu mendapatkan berkah, kehadiran beliau-beliau luar biasa. Mau panas-panasan menanam dan merasakan langsung prosesnya,” kata Lucky Hakim.
Ia menjelaskan aksi tanam jagung saat ini merupakan sampel awal, sebelum pengembangan dilakukan lebih luas di wilayah Gantar dan Terisi, Indramayu, yang memiliki area tanam potensial.
Lucky berharap kolaborasi antara Polri, petani, dan pelaku usaha, dapat memperkuat produktivitas pertanian Indramayu, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Yang membuat kami senang adalah adanya penanaman, ada off-taker, serta kedekatan industri hilir hingga ke hulu sehingga sinergisitas bisa optimal,” ucapnya.
