Indramayu (ANTARA) - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU VI Balongan Indramayu, Jawa Barat, meningkatkan kesiapsiagaan penanganan keadaan darurat dengan melaksanakan Major Exercise Emergency Pertamina (MEEP) atau latihan berskala besar yang menguji respons cepat seluruh unsur operasional.
General Manager PT KPI RU VI Balongan Yulianto Triwibowo di Indramayu, Kamis, mengatakan latihan tersebut digelar untuk memastikan kesiapan kilang dalam menghadapi potensi insiden berisiko tinggi yang dapat berdampak pada masyarakat maupun operasional perusahaan.
“Latihan ini menguji koordinasi, komunikasi, dan kecepatan respons tim dalam menangani situasi darurat. Kemampuan ini harus terus ditingkatkan,” katanya.
Ia menjelaskan latihan tersebut mensimulasikan kebocoran tangki berisi Pertalite, yang menyebabkan tumpahan bahan bakar serta terbentuknya vapor cloud hidrokarbon hingga mencapai permukiman warga di sekitar kilang.
Dalam skenario itu, kata dia, sebanyak 14 warga mengalami gejala keracunan akibat paparan awan uap dan kemudian dievakuasi menuju Rumah Sakit Pertamina Balongan untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Ia menyampaikan simulasi tersebut menggambarkan kepanikan warga yang berkembang menjadi aksi demonstrasi dan tindakan anarkis, sehingga memerlukan dukungan TNI dan Polri untuk pengendalian massa serta pemulihan kondisi keamanan.
Dalam kegiatan tersebut, pihaknya pun menyiapkan tim medis dan logistik untuk memastikan pemenuhan kebutuhan warga selama proses evakuasi berlangsung.
Selain itu, pihaknya memperagakan upaya penanganan kebakaran yang terjadi akibat tumpahan bahan bakar tersebut.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relation & CSR RU VI Balongan Mohamad Zulkifli menambahkan, pelibatan masyarakat dalam kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan mitigasi risiko dan peningkatan pemahaman keselamatan.
Pihaknya ingin masyarakat memahami sirine darurat, jalur evakuasi, dan titik kumpul aman karena sistem peringatan dini di pemukiman menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan.
“Masyarakat perlu memahami bunyi sirine darurat, jalur evakuasi, dan titik kumpul aman. Peringatan dini di pemukiman menjadi bagian penting dalam kesiapsiagaan bersama,” ujarnya.
