Bandung (ANTARA) - Kalau kamu pikir hiburan zaman sekarang udah paling random-dari prank YouTube sampai sulap-sulapan di TikTok-Bandung tahun 1959 ternyata sudah jauh lebih absurd.
Di Jalan Karapitan, hiburan rakyat berupa doger monyet yang harusnya fun malah berubah jadi drama besar ala film action.
Bayangin: nonton monyet nari-nari, musik ngadong-dong, lampu remang, suasana kampung adem… eh tiba-tiba berubah jadi keributan massal cuma gara-gara satu hal: anak kecil penasaran intip dari celah tirai.
Zaman sekarang mungkin tinggal ditegur, tapi di Bandung Baheula? Salah dikit, auto chaos satu Taman Hiburan Karapitan.
Drama ini betul-betul gabungan antara slapstick comedy + horor + ketidaksengajaan yang bikin satu kampung ngamuk.
Bandoeng, 7 Maret 1959 (Antara) - Suatu tempat pertundjukan "doger monjet" malam tadi telah dirusak oleh penonton2nja jang geger karena dalangnja telah menusuk mata seorang anak jang, mengintai dari tjelah2 tirai, sehingga berdarah dan anak itu pingsan.
Pagi ini dalangnja beserta keranja diperiksa oleh polisi. Malam tadi pertundjukan itu berlangsung di Taman Hiburan Karapitan, Bandung.
Seperti diketahui, pertundjukan doger monjet itu dilingkari dengan tirai.
Hanja orang2 jang membajar boleh menonton didalam lingkaran tirai.
Ternjata diluar lingkaran itu ada seorang anak jang mengitai dengan mata sebelah kanan dari tjelah2 tirai.
Hal ini menarik perhatian kera jang sambil menari2 menudjuk kepada mata diantara tjelah2 tirai itu.
Melihat ini sang dalang terus menusuk mata itu dengan sebuah tongkat.
Pada saat itu terdengarlah suara anak melolong2 kesakitan. Ternjata anak itu bernama Tatang (8 th), matanja berdarah. Tatang terus djatuh pingsan.
Karena itulah maka orang2 disekitar tempat pertundjukan dan para penonton gempar serta ribut dan merusak tempat tsb.
Sumber: Pusat Data dan Riset ANTARA //pdra.antaranews.com/Twitter: @perpusANTARA
Begitulah kira-kira kehidupan hiburan rakyat di Bandung Baheula: niat awal mau nonton monyet joget, tapi pulangnya malah ikut rusuh massal.
Bisa jadi pelajaran juga buat zaman sekarang: kalau ada tirai, jangan nekat ngintip-apalagi kalau di dalamnya ada monyet dan dalangnya bawa tongkat.
Drama Karapitan 1959 ini membuktikan bahwa dari dulu Bandung memang penuh kejadian unik, absurd, dan kadang bikin geleng-geleng kepala.
Tapi justru cerita seperti inilah yang bikin Bandung Baheula selalu menarik buat dibaca-karena di balik nostalgia, selalu ada kisah yang bikin kita mikir, “Lho kok bisa?”
