Cirebon (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat menyusun strategi baru untuk mempercepat penurunan angka stunting atau tengkes melalui penguatan koordinasi lintas sektor di daerah tersebut.
“Kami sudah mengadakan rapat koordinasi hari ini untuk menyusun strategi tersebut,” kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Cirebon Indra Fitriani di Cirebon, Kamis.
Ia mengatakan rapat ini diikuti sejumlah perangkat daerah untuk menyelaraskan kebijakan dan memastikan setiap sektor memiliki peran konkret dalam menurunkan angka stunting sampai ke tingkat desa.
Menurut dia, penyusunan strategi percepatan tersebut disusun berdasarkan hasil evaluasi capaian dua tahun terakhir.
Fitriani menyebutkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan prevalensi stunting di Kabupaten Cirebon mengalami penurunan dari 22,9 persen pada 2023 menjadi 18 persen di tahun 2024.
“Selama pelaksanaan program dua tahun terakhir kita telah mencatat kemajuan signifikan,” katanya.
Ia menyebut penurunan sebesar 5 persen dalam periode tersebut menjadi bukti kuat bahwa program lintas sektor mampu memberikan dampak nyata.
Namun, kata Fitriani, upaya tersebut belum berakhir karena masih ada pekerjaan rumah untuk membebaskan seluruh anak di Kabupaten Cirebon dari stunting.
