Cirebon (ANTARA) - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daddy Rohanady meminta pemerintah daerah (pemda) memberikan perhatian lebih terhadap nasib petambak garam di wilayah Cirebon, Jabar, yang selama ini berperan penting dalam mendukung target swasembada garam nasional.
Daddy saat dikonfirmasi di Cirebon, Jumat, mengatakan sejumlah kebijakan konkret perlu segera diterapkan agar kesejahteraan petambak garam meningkat dan produksi garam rakyat tetap berkelanjutan.
Ia mengatakan salah satu hal yang bisa diterapkan adalah dengan memberikan perlakuan setara antara petambak garam dan petani padi.
“Kalau petani padi bisa mendapatkan asuransi, mestinya petani garam juga bisa memperoleh perlindungan serupa,” katanya.
Ia menjelaskan profesi petambak garam memiliki tingkat risiko tinggi, terutama akibat ketergantungan pada cuaca. Saat musim hujan misalnya, produksi garam seringkali terganggu.
Dengan adanya skema asuransi, lanjut dia, para petambak dapat terlindungi dari risiko gagal panen dan tetap memiliki jaminan ekonomi saat produksi terhenti.
Daddy pun mendorong pemda, untuk membuka jalur pemasaran yang lebih luas agar hasil produksi garam rakyat bisa mendapatkan harga menjanjikan.
“Akses pasar untuk petambak garam di Cirebon harus dibuka seluas-luasnya,” katanya.
Selain itu, ia mengajak pemda di tingkat provinsi maupun untuk turut memperbaiki akses infrastruktur menuju sentra produksi garam di kawasan pesisir.
Ia menambahkan, dukungan infrastruktur akan memperlancar mobilitas distribusi hasil panen garam sekaligus menekan biaya logistik yang selama ini membebani petambak kecil.
“Akses ke sentra produksi juga dibantu seperti halnya kita membantu jalan ke sawah-sawah kita,” ujarnya.
Daddy menilai potensi garam di pesisir utara Jabar, seperti Indramayu dan Cirebon, masih besar untuk dikembangkan karena memiliki karakteristik lahan yang cocok.
“Sebenarnya Indramayu lebih besar potensinya (garam). Saya lihat Cirebon lebih ke perikanan tangkap,” tuturnya.
Sementara, berdasarkan Portal Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tercatat jumlah produksi garam di Jabar pada 2024 mencapai 211.044 ton.
Dalam data tersebut, produksi garam di Kabupaten Cirebon sebanyak 34.832,9 ton pada 2024. Sedangkan di tahun 2023, jumlahnya sekitar 116.490,25 ton.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Legislator Jabar minta pemda perhatikan nasib petambak garam Cirebon
