Indramayu (ANTARA) - PT Pertamina EP Jatibarang Field berkomitmen menjaga keseimbangan antara ketahanan energi dan pangan di Indramayu, Jawa Barat, melalui dialog terbuka dengan Serikat Tani Indramayu (STI).
“Kami sudah melakukan dialog terbuka dengan serikat tani di Indramayu, terutama terkait ketahanan energi dan pangan pada Rabu kemarin,” kata Head of Communication, Relations & CID Zona 7 Pertamina EP Jatibarang Wazirul Luthfi di Indramayu, Sabtu.
Melalui dialog tersebut, pihaknya berupaya memastikan kegiatan operasional sektor minyak dan gas bumi (migas) di Indramayu berjalan berdampingan dengan aktivitas pertanian masyarakat.
Menurut dia, ketahanan energi dan pangan adalah dua pilar penting bangsa yang harus tumbuh berdampingan.
Wazirul menjelaskan seluruh kegiatan eksplorasi dan produksi migas dilakukan dengan prinsip kehati-hatian, serta mematuhi seluruh ketentuan peraturan yang berlaku, termasuk Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH).
Ia pun memastikan proses pengeboran di wilayahnya dilakukan pada kedalaman yang berbeda dari lapisan air tanah, sehingga tidak mengganggu lingkungan sekitar.
“Kami selalu menjalankan kegiatan dengan prinsip kehati-hatian dan sesuai regulasi,” katanya.
Wazirul menyampaikan perusahaannya selalu terbuka terhadap komunikasi dengan masyarakat petani penggarap, khususnya di Indramayu.
Seluruh bentuk kerja sama, kata dia, seperti program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan selalu dijalankan melalui sistem administrasi dan audit secara ketat.
Sementara itu, Ketua STI Damuri menekankan sejumlah aspek penting salah satunya adalah kegiatan energi harus selaras dengan kebutuhan petani dalam mengelola lahan garapan mereka.
Ia memastikan para petani di Indramayu tidak menolak pembangunan sektor energi, namun mereka berharap dapat terus bertani dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.
“Kami percaya komunikasi yang baik akan membawa manfaat bagi semua,” ujarnya.
