Bandung (ANTARA) - Psikolog Julia Napitupulu membagikan pandangan tentang seni hidup berkesadaran untuk menekankan pentingnya kepekaan dan akal budi di tengah hiruk-pikuk era digital.
Ia mengatakan mindful living berarti hadir utuh sepenuhnya di sini dan kini. Banyak orang, kerap menjalani hidup secara otomatis tanpa benar-benar berpikir atau menyadari setiap pengalaman, sehingga seolah hanya mengulang rutinitas tanpa makna.
“Agar kita hadir utuh itu bukan hanya badan gini. Tapi juga hadir dengan keyakinan kita. Dengan judgement kita. Dengan point of view anda sendiri. Dengan values anda. Saya punya value hidup, value hidup itu gini. Sesuatu yang gak bisa dinegosiasikan. Kalau itu diambil dari anda. Anda bukan anda lagi,” kata Julia pada forum Digitalk di acara Pasar Seni ITB, Sasana Budaya Ganesha, Sabtu (18/10).
Tips mengasah value menurut Psikolog Julia Napitupulu bisa dilakukan dengan enam langkah sederhana: rutin ambil jeda, renungkan, sadari sejak awal hari, buat rencana, bersiap untuk hal tak terduga, dan jurnaling secara konsisten.
“Nanti Anda akan lihat. Saya janji bahwa kehidupan hari itu Anda akan merasa lebih kepuasan batin, lebih bermakna, lebih berdaya dan Anda gak gampang bising oleh masukan-masukan dari semua teknologi dan semua sosial media karena Anda sudah tahu apa yang Anda mau cari,” ungkapnya.
Forum Digitalk membicarakan dinamika dunia seni di era digital dari berbagai perspektif, meliputi seniman, ahli hukum data, ahli ekonomi digital, konten kreator hingga psikolog.
Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Dr. Kahfiati Kahdar, M.A. mengungkapkan harapannya agar forum ini dapat memberi inspirasi untuk terus berkarya, berpikir kritis, dan menemukan keseimbangan baru di tengah dunia digital yang semakin komplit.
“Ini adalah esensi lapis legit, menelusuri berlapis-lapis realita, agar kita tidak sekedar menjadi penonton di tengah arus digital, tapi menjadi manusia yang utuh dan satu,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Kepala Perwakilan (Deputi KaPw) Bank Indonesia Jawa Barat Achris Sarwani menilai kehadiran Pasar Seni sebagai ruang bertemunya dunia ekspresi (seni) dengan dunia transaksi.
“Di situlah yang kami Bank Indonesia, sangat concern agar apa yang bisa kita laksanakan hari ini bisa memperkaya, bisa meng-equip para pelaku seni atau masyarakat umumnya yang untuk lebih mudah dalam bertransaksi.” tuturnya.
Selain forum diskusi Digitalk, hari pertama Pasar Seni ITB juga diramaikan dengan lomba ilustrasi untuk siswa SMP dan SMA berhadiah jutaan rupiah. Ada pula Lomba Kereta Peti Sabun yang seru dan menegangkan, serta penampilan musik dari dosen-dosen STEI ITB hingga band anak muda berbakat.
Jangan khawatir kalau kamu terlewat hari pertama, karena besok masih ada hari kedua yang lebih seru dengan puncak acara yang super meriah. Segera daftar gratis dan nikmati kemeriahannya di www.pasarseniitb.com.
