Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia (Wamentan RI) Sudaryono mengatakan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) meminta suplai jangka panjang bagi Crude Palm Oil (CPO) hingga sarang burung walet, sebagai bagian penguatan kerja sama strategis antarkedua negara.
Sudaryono mengatakan pihaknya telah menerima kunjungan Wakil Menteri Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Maierdan Mugaiti, dimana negara tersebut meminta suplai komoditas unggulan Indonesia yakni CPO hingga sarang burung walet.
"Pihak Tiongkok meminta jaminan suplai untuk CPO, termasuk juga karet alam dan sarang burung walet,” kata Wamentan dalam keterangan di Jakarta, Rabu (1/10).
Menurutnya Indonesia kembali menunjukkan posisinya sebagai pemain kunci dalam perdagangan pangan global. Hal itu terbukti adanya RRT yang meminta suplai CPO dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Selasa (30/9).
”Tiongkok meminta kepastian pasokan CPO untuk jangka panjang. Mereka melihat kebutuhan minyak sawit di negaranya terus meningkat, sementara Indonesia adalah produsen terbesar di dunia," ujarnya.
Wamentan Sudaryono atau akrab disapa Mas Dar menyebutkan bahwa permintaan tersebut menjadi bukti nyata pengakuan dunia terhadap keunggulan sawit Indonesia sebagai komoditas strategis.
Menurutnya, hal ini juga perlu didorong dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan produktivitas sawit
"Kami pastikan produktivitas sawit terus diperkuat untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri termasuk mendukung program energi B50, juga memastikan suplai ekspor tetap terjamin,” jelasnya.
