Cianjur (ANTARA) - Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, mendalami kasus kecelakaan yang menyebabkan satu orang siswa SDN Cibeureum, meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami luka berat setelah mobil bak terbuka bernopol B 9467 VAI hilang kendali, Senin.

Kapolsek Cugenang, Kompol Usep Nurdin di Cianjur Senin, mengatakan korban SN (11) siswi kelas 4 meninggal dunia ditempat dan dua orang temannya AS (9) dan BI (10) mengalami luka berat langsung dibawa ke RSUD Cimacan guna mendapat pertolongan medis.

"Korban yang sedang berjalan menuju sekolah dihantam mobil bak terbuka yang hilang kendali saat melintas di lokasi kejadian diduga karena sopir mengantuk, satu orang meninggal di tempat dan dua orang lainnya mengalami luka berat," katanya.

Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi kejadian, tutur dia, kecelakaan yang menyebabkan korban meninggal dan luka berat, berawal ketika mobil bak terbuka yang dikemudikan Muhamad Irkham (21) seorang mahasiswa asal Cilacap melaju dari arah Cipanas menuju Cianjur, tiba-tiba hilang kendali menghantam para korban.

Mobil sempat terlihat oleng beberapa meter sebelum menghantam ketiga orang korban yang sedang berjalan menuju sekolah yang terletak di pinggir Jalan Raya Cianjur-Cipanas, hingga akhirnya berhenti setelah menghantam tembok rumah warga.

"Kami sudah mengamankan sopir bak terbuka yang mengaku dalam kondisi mengantuk memaksakan diri membawa kendaraan, selanjutnya kasus tersebut ditangani Unit Lakalantas Polres Cianjur," katanya.

Pihaknya mengimbau pengendara yang melintas di sepanjang jalur Cipanas-Cianjur meningkatkan kewaspadaan terutama saat pagi hari karena banyak anak sekolah yang berjalan kaki menuju sekolah, sehingga tidak melarikan kendaraan dengan kecepatan tinggi.

Tercatat di sepanjang Jalan Raya Cianjur-Cipanas tepatnya mulai dari Kecamatan Pacet hingga Cugenang terdapat sejumlah sekolah yang terletak di pinggir jalan, dimana setiap pagi banyak anak sekolah yang berjalan kaki dan menyeberang.

"Setiap pagi kami menyiagakan anggota untuk membantu siswa menyeberang atau mengatur lalulintas guna menghindari hal yang tidak diinginkan karena banyak sekolah yang terdapat di pinggir jalan nasional di wilayah hukum kami," katanya.



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026