Bandung (ANTARA) - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Barat mengungkapkan e-book bertajuk Pedoman Komunikasi Publik Jabar Istimewa yang baru diluncurkan menjadi acuan penyusunan komunikasi publik oleh pranata humas.
Kepala Diskominfo Jawa Barat, Mas Adi Komar, menegaskan komunikasi publik pemerintah tidak sekadar menyampaikan pesan, program, ataupun kebijakan, tetapi juga membangun kepercayaan sekaligus melibatkan publik dalam rangka pembangunan.
"Karenanya, arah komunikasi publik dan kapasitas sumber daya manusia (SDM) harus terus diperkuat, termasuk lewat lahirnya Pedoman Komunikasi Publik Jabar Istimewa," katanya di Bandung, Senin.
Pedoman Komunikasi Publik Jabar Istimewa, dijelaskan Adi, sangat penting bagi pranata humas pemerintah dalam menjalankan tugas dan fungsinya, khususnya terkait penyampaian informasi kepada masyarakat, agar tidak salah langkah.
"Awas jangan salah langkah (dalam menyampaikan informasi), karena akan jadi disinformasi. Untuk itu Diskominfo membuat Pedoman Komunikasi Publik Istimewa. Ini bukan sekadar dokumen formal, tetapi harus menjadi pegangan," kata Adi.
Di lain waktu, dosen dan Kepala Pusat Studi Komunikasi, Media, Budaya, dan Sistem Informasi FIKOM Unpad Subekti W Priadharma mengapresiasi peluncuran e-book Pedoman Komunikasi Publik Jabar Istimewa yang menjadi acuan humas di Jabar.
Pasalnya, menurut Subekti, pendefinisian publik harus secara tepat, karena publik bukanlah sekedar khalayak, akan tetapi mereka yang memiliki akses informasi baik dan bisa menyampaikan informasi balik kepada pemerintah.
Menurut Subekti, komunikasi publik harus dilakukan dengan terencana, sehingga pesan yang disampaikan jelas dan tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat.
