Tasikmalaya (ANTARA) - Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menyampaikan rasa syukur di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, tidak ada aksi massa yang melakukan tindakan anarkis seperti yang terjadi di daerah lain dalam sepekan terakhir ini ada unjuk rasa yang melakukan perusakan dan penjarahan.
"Kita berdoa, dan sampaikan rasa syukur bahwa Tasikmalaya aman, dan damai, di saat dinamika nasional sepekan terakhir," kata Cecep Nurul usai doa bersama untuk keselamatan bangsa Indonesia di Masjid Agung Baiturahman, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis.
Bupati bersama kiai, ulama, santri, Polri, TNI, mahasiswa, pengemudi jasa transportasi daring, dan masyarakat umum hadir bersama-sama memanjatkan doa, dan bersyukur karena Kabupaten Tasikmalaya selama itu dalam kondisi aman, dan damai.
Seluruh elemen masyarakat, kata dia, memanjatkan doa agar ke depan Kabupaten Tasikmalaya tetap damai, tentram, dan mendapatkan banyak kebaikan bagi semua pihak, umumnya seluruh Indonesia.
"Kita bersama para kiai sepuh meminta doa untuk kebaikan, berharap doa dari Tasikmalaya untuk Indonesia damai," kata Cecep didampingi Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Alayubi.
Ia menyampaikan Kabupaten Tasikmalaya tidak luput dari adanya aksi massa dampak dari aksi dan kejadian di Jakarta maupun daerah lainnya di Indonesia.
Namun aksi massa yang berlangsung di Kabupaten Tasikmalaya itu, kata dia, berjalan aman, dan tertib, begitu juga saat massa berada di dalam kantor DPRD Tasikmalaya tetap berlangsung aman.
Ia menyampaikan kondisi damai itu karena adanya peran semua pihak, ulama, kiai, termasuk aparat keamanan TNI dan Polri yang melakukan langkah antisipasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Peran kepolisian, TNI, dan aparat benar-benar menjaga Tasikmalaya," katanya.
Pimpinan Pondok Pesantren Sukahideng Kabupaten Tasikmalaya KH Ii Abdul Basit menambahkan, pihaknya terus berupaya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
"Mari kita menjaga persatuan di negeri ini, persatuan bisa terwujud dengan musyawarah, maka nanti akan muncul keadilan sosial bagi seluruhnya," kata KH Ii Abdul Basit.
