Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Seherlan alias Samson (33) warga Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang dikenal sebagai preman kampung, sebelum tewas diamuk massa pada Jumat (21/2) sempat menitipkan anak perempuannya yang barus berusia dua tahun kepada Erna Purnamasari (43) yang merupakan bibinya warga Kampung Lambau Selagedang.
"Sehari sebelum kejadian, Samson sempat datang ke sini dengan membawa anak semata wayangnya, dan tidak menunjukkan perilaku yang aneh," katanya yang tinggal di salah satu bangunan bekas Observasi Bulan di Kampung Lambau Selagedang, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Sabtu.
Menurut Erna, saat baru tiba di rumahnya, Samson sempat meminta dirinya untuk memasak ikan kesukaannya dan seperti biasa mengobrol. Namun, ada beberapa perkataan keponakannya itu yang hingga kini membekas di hati dirinya.
Samson tiba-tiba menitipkan anaknya kepada Erna dan meminta mengurusnya dengan baik. Kemudian saat meminta dimasakkan ikan, pemuda yang kerap berbuat onar ini sempat bilang bahwa permintaannya itu merupakan yang terakhir, dan ia tidak akan kembali lagi.
Perkataan Samson tersebut awalnya hanya dianggap angin lalu dan Erna pun tidak memiliki firasat bahwa keponakannya itu akan pergi untuk selamanya dengan cara tragis.
"Bi titip anak dan jangan dititipkan lagi ke siapa pun, baik itu neneknya. Anak ini harus diurus dan dijaga sama bibi. Anak semata wayangnya itu merupakan hasil pernikahan dengan istrinya, namun setelah melahirkan istrinya malah meminta cerai. Samson dikenal sangat sayang kepada anaknya itu, meskipun di luar rumah kerap membuat onar," tambahnya.
Keesokan harinya atau pada Jumat petang, Samson kemudian meminta izin kepada bibinya itu untuk pergi ke masjid di Kampung Cihurang, Desa Cidadap.
Ia pun sempat berpesan kepadanya agar jangan berbuat onar, dan shalat yang benar, karena Samson diketahui baru pulang dari rumah sakit setelah menjalani perawatan beberapa hari karena sakit.