Cirebon (ANTARA) - Sejumlah pendemo melakukan penjarahan terhadap fasilitas di Gedung DPRD Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, saat aksi unjuk rasa pada Sabtu (30/8).
Dari pantauan ANTARA di lokasi massa terlihat membawa kursi, mesin printer, televisi, kulkas, hingga perlengkapan kantor lain dari dalam gedung.
Selain itu, satu unit sepeda motor milik petugas keamanan juga dibakar hingga hangus.
Andi (34), seorang warga setempat, mengaku menyaksikan langsung peristiwa penjarahan tersebut.
Ia menuturkan awalnya massa hanya berorasi, namun kemudian masuk ke dalam gedung, melakukan perusakan, pembakaran serta membawa keluar sejumlah barang.
“Saya lihat sendiri mereka keluar sambil membawa kursi, televisi, bahkan ada yang gotong kulkas. Rasanya miris melihatnya,” katanya di sekitar Gedung DPRD Kabupaten Cirebon, Sabtu.
Ia menyayangkan aksi unjuk rasa yang seharusnya menyampaikan aspirasi, justru berubah menjadi tindakan perusakan dan penjarahan.
Menurut dia, hal itu merugikan masyarakat karena barang-barang tersebut merupakan aset daerah.
“Kalau rusak begini, yang rugi kita semua sebagai warga. Ini kan fasilitas untuk pelayanan publik,” ujarnya.
Dia juga menilai aksi anarkis, hanya akan memperburuk suasana dan mencoreng tujuan utama dari demonstrasi.
Ia berharap masyarakat bisa lebih tertib, dalam menyampaikan pendapat di muka umum.
Sementara itu Sekretaris DPRD Kabupaten Cirebon Asep Pamungkas mengatakan pihaknya menyayangkan terhadap aksi para pendemo yang melakukan perusakan hingga pembakaran, khususnya di gedung legislatif daerah.
Pihaknya akan melakukan pendataan, terkait fasilitas maupun barang yang hilang di Gedung DPRD Kabupaten Cirebon.
“Nanti kami lihat kerusakannya,” kata dia.
