Garut (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Jawa Barat, mulai menyiapkan zona ekonomi terpadu di wilayah perkotaan agar terbangun ekosistem ekonomi yang diharapkan dapat menumbuhkan perekonomian dan keuntungan bagi pelaku usaha.
"Kita anggap saja sebagai kawasan zona ekonomi inklusif, jadi terpadu di situ, dan ini ada di pusat perkotaan, diharapkan pedagang besar, pedagang kaki lima (PKL) terbangun ekosistem di situ," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kabupaten Garut Ridwan Effendi di Garut, Senin.
Ia menuturkan rencana zona ekonomi terpadu itu sudah dilakukan pembahasan dengan sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) salah satunya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Garut untuk merumuskan pusat perekonomian itu.
Kawasan zona ekonomi itu, kata dia, meliputi wilayah Pengkolan yang menjadi ciri khas pusat kota Garut, kemudian Pasar Baru, Garut Plasa, dan bangunan bekas Gedung PKL di Jalan Guntur.
Menurut dia, daerah itu memiliki nilai sejarah yang selama ini banyak dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan kegiatan perdagangan, sehingga perlu upaya dorongan untuk menjadi daerah perekonomian terpadu.
"Diharapkan ini bisa memberikan dampak manfaat ke depannya, jadi ini harus terkoneksi, kita akan coba merumuskan, membangkitkan pertumbuhan ekonomi baru di situ," katanya.
Ia menyampaikan rencana membuat zona ekonomi terpadu itu untuk menata pelaku usaha, terutama pedagang kaki lima (PKL) agar lebih tertata dengan baik, dan bisa lebih meningkatkan penjualannya.
