Garut (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut melakukan asesmem untuk mendata dampak daerah yang dilanda bencana alam banjir akibat luapan sungai, setelah hujan berlangsung lama melanda Kecamatan Cibalong di wilayah selatan Garut Jawa Barat.
"Kami dari BPBD sudah menurunkan tim untuk melakukan asesmen kejadian banjir yang di Cibalong," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Aah Anwar Saefuloh saat dihubungi melalui telepon seluler di Garut, Selasa.
Ia menjelaskan, hujan yang berlangsung lama mengguyur wilayah selatan Kabupaten Garut sampai menjelang malam pada Senin (28/7) menyebabkan air Sungai Ciahur dan Sungai Cikawung yang bermuara ke laut meluap menggenangi empat desa di Kecamatan Cibalong.
Terkait apa saja yang terdampak, kata dia, sampai saat ini masih dilakukan asesmen untuk mendata fasilitas umum maupun permukiman penduduk yang terdampak.
"Apa saja yang terdampak, seperti berapa rumah yang terkena banjir masih kita asesmen di lapangan," katanya.
Ia menyampaikan, akibat kejadian banjir itu dipastikan tidak ada korban jiwa, maupun mengganggu jalan lintas selatan, dan kondisi air saat ini sudah mulai surut.
"Airnya juga sudah cepat surut, mudah-mudahan nanti hasil asesmen tidak ada yang mengungsi," katanya.
Apabila hasil asemen ditemukan rumah rusak maupun ada yang mengungsi, kata dia, maka BPBD Garut berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menyiapkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana tersebut.
"Kita akan siapkan bantuan logistik, atau apa saja yang dibutuhkan masyarakat di daerah terdampak banjir di sana," katanya.
Anwar Saefuloh menambahkan, daerah tersebut dilaporkan baru pertama kali terjadi banjir akibat luapan sungai, sebelumnya tidak tercatat sebagai daerah rawan bencana banjir.
Berbeda dengan daerah selatan lainnya seperti Kecamatan Pameungpeuk pesisir pantai, merupakan daerah langganan banjir saat musim hujan.
"Setahu kami baru ini terjadi banjir di sana, penyebabnya karena ada luapan dari sungai," katanya.
