Bandung (ANTARA) - Apa itu Kesehatan mental? Kesehatan jiwa yang berkaitan dengan kondisi emosi, kejiwaan, dan psikis seseorang.
Dilansir dari halodoc.com, perlu kamu ketahui bahwa peristiwa dalam hidup yang berdampak besar pada kepribadian dan perilaku seseorang bisa berpengaruh pada kesehatan mentalnya.
Ada beberapa kondisi yang menjadi faktor utama penyebab gangguan Kesehatan metal, antara lain :
- Cedera pada kepala
- Faktor genetik atau mengidap Riwayat pengidap gangguan Kesehatan jiwa dalam keluarga
- Kekerasan dalam rumah tangga atau bentuk pelecehan lainnya.
- Adanya Riwayat kekerasan saat kanak - kanak.
- Memiliki kelainan senyawa kimiaotak atau gangguan pada otak
- Mengalami diskriminasi da stigma
- Mengalami kerugian sosial, seperti masalah kemiskinan atau utang.
- Pengaruh zat racun, alkohol, atau obat-obatan uang merusak otak.
- Terisolasi secara sosial atau merasa kesepian.
- Stres berat yang terjadi dalam Waktu yang lama.
- Mengalami trauma yang signifikat, seperti pertempuran militer, kecelakaan serius, atau Tindakan kriminal lainnya.
Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan Kesehatan jiwa. faktor tersebut antara lain :
- Wanita berisiko tinggi mengidap depresi dan kecemasan, sedangkan laki-laki memiliki risiko mengidap ketergantungan zat dan antisosial.
- Wanita setelah melahirkan. Baca lebih lanjut artikel Mengenal 3 Jenis Depresi Pasca-Melahirkan untuk mengetahui apa saja jenis gangguan mental yang kerap terjadi pada ibu setelah melahirkan.
- Adanya masalah pada masa kanak-kanak atau masalah gaya hidup.
- Menjalani profesi yang memicu stres, seperti dokter dan pengusaha.
- Memiliki riwayat anggota keluarga atau keluarga dengan penyakit mental.
- Mempunyai riwayat kelahiran dengan kelainan pada otak.
- Adanya riwayat penyakit mental sebelumnya.
- Mengalami kegagalan dalam hidup, seperti sekolah atau kehidupan kerja.
- Menyalahgunakan alkohol atau obat-obatan terlarang.
Gejala awal seseorang mengalami sakit mental bisa beragam, namun beberapa tanda umum meliputi perubahan suasana hati yang drastis, kesulitan mengendalikan emosi, menarik diri dari lingkungan sosial, perubahan pola makan dan tidur, serta kesulitan berkonsentrasi. Selain itu, bisa juga muncul gejala fisik seperti sakit kepala, nyeri otot, atau kelelahan yang berlebihan.
Lalu ada beberapa jenis gangguan kesehatan mental, depresi, gangguan kecemasan, Bipolar, skizofrenia, gangguan obesif kompulsif (OCD), dan gangguan stres pasca trauma (PTSD).
Pengobatan gangguan Kesehatan mental yang bisa menjadi pilihan sesuai dengan kondisi yang terjadi, yakni :
- Psikiater
Pertama, penanganan dengan psikoterapi. Ini merupakan jenis terapi dengan media yang aman untuk mengungkapkan perasaan dan memberikan saran yang sesuai. Dalam situasi ini, psikiater akan memberi bantuan dengan membimbing pengidap dalam mengontrol perasaan.
- Obat
Pemberian obat-obatan untuk mengobati penyakit kesehatan jiwa umumnya bertujuan untuk mengubah senyawa kimia pada otak.
Beberapa obat tersebut berupa golongan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), serotonin-norepinephrine reuptake inhibitor (SNRIs), dan antidepresan trisiklik.
Dokter biasanya akan mengombinasikan resep obat dengan psikoterapi untuk hasil pengobatan yang lebih efektif.
- Perawatan intensif di rumah sakit
Dokter dan ahli kejiwaan akan menyarankan rawat inap jika pengidap membutuhkan pemantauan ketat terhadap gejala masalah kesehatan jiwa yang dialami.
- Supporting group
Support group umumnya memiliki anggota pengidap penyakit kesehatan mental yang sejenis atau mereka yang sudah dapat mengendalikan emosinya dengan baik.
- Stimulasi pada otak
Rekomendasi penanganan gangguan kesehatan jiwa lainnya adalah stimulasi pada otak. Sederhananya, terapi ini berupa elektrokonvulsif, stimulasi magnetik transkranial, pengobatan eksperimental yang bernama stimulasi otak dalam, dan stimulasi saraf vagus.
- Rehabilitasi
Pengobatan terhadap penyalahgunaan zat atau rehabilitasi memiliki tujuan utama untuk membantu menangani pengidap gangguan kesehatan mental yang terjadi karena ketergantungan akibat penyalahgunaan zat terlarang.
- Perawatan mandiri
Selain penanganan medis dengan bantuan psikolog atau psikiater, pengidap juga bisa melakukan perawatan mandiri untuk mengatasi gangguan kesehatan mental. Misalnya, mengubah pola hidup dan pola makan sehat, dan mampu mengelola stres dengan baik.
Itu adalah ciri-ciri, gejala, dan pengobatannya gangguan Kesehatan mental. Apa bila kamu memiliki kondisi seperti di atas segeralah datang ke dokter psikiater, untuk pengecekan lebih lanjut.
Pewarta: Muhammad Rizki Ihsan Pamekas (*)Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026