Lebih lanjut, defisit utamanya berasal dari komoditas mesin dan peralatan mekanis (10,76 miliar dolar AS), mesin dan perlengkapan elektrik (4,53 miliar dolar AS) dan plastik dan barang dari plastik (3,13 miliar dolar AS).
BPS juga melaporkan Nilai Ekspor Indonesia pada Mei 2025 mencapai 24,61 miliar dolar AS dan impor 20,31 miliar dolar AS.
"Secara kumulatif dari Januari hingga Mei 2025 mencapai 111,98 miliar dolar AS dan nilai impor secara kumulatif dari Januari hingga Mei 2025 mencapai 96,60 miliar dolar AS," imbuh Pudji.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Surplus Neraca Perdagangan disumbang komoditas lemak dan minyak nabati
