Garut (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut mengusulkan bantuan anggaran ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp900 miliar, dan ke pemerintah pusat sebesar Rp600 miliar untuk kebutuhan pembangunan infrastruktur di sejumlah daerah yang kondisinya mendesak harus diperbaiki untuk kepentingan masyarakat.
"Untuk pengajuan hari ini kita ke provinsi itu di angka Rp900 miliar untuk jalan, jembatan, irigasi dan air bersih, jadi Rp900 (miliar) itu tidak hanya jalan, jadi seluruh program berkenaan PUPR," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut Agus Ismail di Garut, Senin.
Ia menuturkan, Pemkab Garut tidak hanya mengusulkan ke pemerintah provinsi, tapi juga ke pemerintah pusat sebesar Rp600 miliar untuk kebutuhan pembangunan jalan daerah, dan irigasi.
Anggaran yang diajukan itu, kata dia, untuk kebutuhan pembangunan yang menjadi skala prioritas kebutuhan masyarakat untuk menunjang aktivitas perekonomian dan sebagainya.
"Yang kita ajukan seluruh prioritas jalan," katanya.
Ia menyebutkan sejumlah daerah yang akan dilakukan pembangunan jalan yakni sejumlah daerah selatan seperti Banjarwangi, Singajaya, lalu daerah utara yakni Limbangan, Cibatu dan daerah lainnya.
Jalan lain yang masuk skala prioritas, kata Agus, yakni jalan di wilayah perkotaan Garut, lalu jalan yang menjadi akses kegiatan pariwisata seperti di Pasirwangi, Sucinaraja, Talaga Bodas, jalan ke kawasan Haruman menuju arena olah raga paralayang, dan daerah lainnya.
"Ada juga pembangunan Jalan Haruman ke arah paralayang, kemudian ada pembangunan Talaga Bodas kita perbaikan," katanya.
Ia menambahkan, usulan ke pemerintah provinsi dan pusat itu untuk menambah perluasan pembangunan jalan karena anggaran dari Pemkab Garut saat ini masih terbatas seperti anggaran pemeliharaan tahun 2015 sekitar Rp12 miliar, untuk pembangunan Rp18 miliar.
"Untuk pembangunan kurang lebih Rp18 miliar," katanya.
