Garut (ANTARA) - Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyatakan, kegiatan panen raya yang serentak di sejumlah daerah Indonesia, salah satunya di Kabupaten Garut, Jawa Barat merupakan wujud komitmen pemerintah untuk menjamin kedaulatan pangan.
"Ini merupakan rangkaian kegiatan pemerintah bentuk menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjamin tadi, kedaulatan negara kita melalui kedaulatan pangan," kata Abdusy Syakur Amin saat acara Panen Raya Padi Serentak 14 Provinsi yang digelar secara daring bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Jalan Lingkar Baru, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Senin.
Ia menuturkan ketersediaan pangan salah satunya beras merupakan komponen utama dalam pangan, sehingga harus menjadi perhatian semua pihak untuk menunjang agar produktivitas pangan tetap terjaga.
Upaya mewujudkan itu, kata dia, maka perlu adanya dukungan maksimal terhadap petani mulai dari penyediaan irigasi, bibit, pupuk, sampai dorongan penerapan teknologi pertanian.
"Beras itu adalah salah satu komponen utama dalam pangan, oleh sebab itu kita harus memperhatikan mulai dari petaninya," katanya.
Ia menyampaikan, Dinas Pertanian Garut harus terus berupaya membimbing petani supaya bisa melakukan kegiatan pertanian dengan baik, begitu juga dinas lainnya seperti PUPR Garut untuk memperhatikan irigasinya.
Sektor pertanian di Kabupaten Garut, kata dia, harus sudah dilakukan dengan cara modern menggunakan sentuhan teknologi yang dapat menunjang kegiatan pertanian agar lebih produktif.
"Kita sesuaikan, tidak perlu menggunakan traktor yang ukurannya beratnya satu ton, enggak usah, mungkin ada alat khusus yang bisa membantu petani kita supaya mereka lebih produktif," katanya.
Ia menambahkan, terkait harga jual gabah dari petani juga harus diperhatikan, salah satunya peran Badan Urusan Logistik (Bulog) bisa membeli gabah dari petani di Garut dengan harga yang sesuai Rp6.500 per kilogram.
Adanya sinergi antara pemerintah daerah, Bulog, dan petani, kata dia, maka bisa meningkatkan kesejahteraan petani, dan ketahanan pangan nasional dapat tercapai.
"Saya minta tolong juga, Bulog tolong melakukan edukasi kepada petani, kelompok petani, Bu Kades, Pak Haeruman (Kepala Dinas Pertanian Garut) juga diedukasi masyarakat, bahwa Bulog itu tidak membeli yang buruk, yang jelek yang kadar airnya banyak," katanya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut Haeruman menambahkan, panen raya di Garut dilaksanakan di lahan seluas 92 hektare di areal pertanian wilayah Desa Cikembulan, Kecamatan Kadungora dengan hasil produksi panen rata-rata 6 ton per hektare.
Ia menyampaikan dalam acara tersebut mengundang dari Perum Bulog untuk menyerap gabah petani sesuai harga yang ditetapkan dengan harga Rp6.500 per kilogram.
"Sehingga para petani bisa meningkatkan pendapatannya tidak hanya dipilih dengan harga murah, tapi dengan harga yang wajar," katanya.***1***
