Garut (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kabupaten Garut, Jawa Barat melibatkan warga binaan dalam program kegiatan usaha mikro, keci, dan menengah (UMKM) agar memiliki kemampuan mengembangkan diri menjadi pelaku UMKM sebagai bekal nanti saat kembali ke masyarakat.
"Ada program kegiatan usaha di sini untuk warga binaan yang nanti diharapkan mereka bisa melanjutkan kemampuan dirinya," kata Kepala Lapas Kelas II A Garut, Rusdedy saat acara penyampaian capaian kinerja selama tahun 2025 di Kabupaten Garut, Rabu (31/12/2025) malam.
Ia menuturkan, Lapas Kelas IIA Garut selama ini memiliki banyak program untuk membina warga binaan yang tidak hanya bidang keagamaan tapi juga mendorong untuk memiliki kemampuan menjadi pelaku UMKM.
Lapas Garut, kata dia, memiliki produk usaha seperti peternakan domba, ayam petelur, berkebun, kemudian pangkas rambut, pembuatan roti, produksi tahu, konveksi, pengolahan kopi, serta pengelolaan kantin dan kafe.
Selanjutnya, kata dia, ada 200 warga binaan yang terlibat untuk pembuatan kerajinan berupa produk coir shade dari bahan baku serabut kelapa yang saat ini sudah maju dengan memenuhi kebutuhan pasar ekspor di sejumlah negara.
"200 WBP (warga binaan pemasyarakatan) diikutsertakan dalam kegiatan UMKM coir shade yang sudah 10 kali ekspor ke pasar Eropa," kata Rusdedy.
Ia mengatakan, produk kerajinan dari serabut kelapa itu dibuat berupa hamparan seperti tikar yang sudah terjual sebanyak 8.500 buah hamparan ke pasar mancanegara.
