Jakarta (ANTARA) - Dokter Spesialis Anak Subspesialis Neurologi dari RSUD Pasar Rebo Jakarta dr. Arifianto, Sp.A, Subsp.Neuro(K) menyatakan bahwa dukungan masyarakat menjadi kunci dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit TBC melalui Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) di Indonesia.
Ari mengatakan, TPT pada anak-anak menjadi isu penting yang memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak, terutama masyarakat agar terlibat aktif dalam pemeriksaan awal pencegahan penyakit TBC.
“Keberhasilan terapi ini tidak hanya bergantung pada pihak medis, tetapi juga pada dukungan masyarakat yang ikut berperan aktif dalam mendukung kelancaran pemberian obat ini,” kata Ari dalam webinar “Kenali Terapi Pencegahan TBC pada Anak” yang dipantau di Jakarta, Selasa.
Ari menegaskan, salah satu cara efektif untuk mencegah TBC berkembang menjadi penyakit berat seperti meningitis tuberculosis, adalah dengan memberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).
Meskipun obat untuk TPT ini diberikan secara gratis dan terbukti aman serta efektif, diperlukan kesadaran masyarakat untuk memastikan bahwa anak-anak yang sehat dan berisiko tetap menerima pengobatan tanpa terputus.
Terutama bagi anak-anak yang tinggal bersama penderita TBC atau memiliki kontak erat dengan orang yang terinfeksi, terapi ini sangat krusial untuk mencegah mereka jatuh sakit.
“Masyarakat diharapkan tidak hanya mengedukasi keluarga mereka tentang pentingnya terapi ini, tetapi juga mendorong mereka yang berisiko untuk segera mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan,” ujarnya.
Lebih lanjut Ari menyampaikan pentingnya pemantauan pasca pengobatan TPT.
Menurut dia, anak-anak yang sudah mendapatkan terapi ini tetap harus dipantau setidaknya enam bulan sekali selama dua tahun untuk memastikan bahwa mereka tidak mengalami perubahan status kesehatan yang bisa berisiko.