Jakarta (ANTARA) - Dekan Fakultas Ushuluddin beserta para ahli hadis dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah dan Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta menggagas kolaborasi riset internasional yang akan dilaksanakan di Tashkent, Bukhari dan Samarkand, yang semuanya berada di negara Uzbekistan.
Dalam pernyataan persnya di Jakarta, Sabtu, Ketua Delegasi sekaligus Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Prof.Ismatu Ropi mengatakan kolaborasi tersebut bertajuk “Legacy of Imam Bukhari” (Warisan Imam Bukhari).
Riset bersama itu bertujuan untuk menggali dan mempelajari warisan ilmiah Imam Bukhari, seorang ulama hadits terkemuka yang lahir di Bukhara, Uzbekistan, pada 810 Masehi.
Imam Bukhari dikenal luas melalui karya monumentalnya, "Sahih al-Bukhari", yang dianggap sebagai salah satu kitab hadits paling sahih dalam Islam.
Salah satu mitra utama dalam kolaborasi itu adalah Imam Bukhari International Scientific Research Center (IBISRC) yang berlokasi di Samarkand dan International Islamic Academy (IIA) of Uzbekistan di Tashkent.
Riset tersebut merupakan bagian dari rangkaian program 1000 Cahaya Indonesia untuk Amirul Mukminin dan direncanakan akan melibatkan 60 periset dari UIN dan IIQ yang akan membahas warisan Imam Bukhari dan pengaruhnya dari berbagai sudut pandang antara lain teologi, filsafat, sufisme, tafsir, tasawuf ,politik, pendidikan dan budaya, demikian pernyataan pers UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: UIN-IIQ gagas kolaborasi riset internasional di Uzbekistan