Antarajawabarat.com, 9/1- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Cianjur, Jawa Barat, bersama Hiswana Migas Cianjur menggelar operasi pasar elpiji di Desa Kademangan, Mande, Jumat.
Hal tersebut dilakukan setelah puluhan ibu rumah tangga melakukan protes dengan cara membuang tabung gas epiji kosong ke Sungai Kademangan dan mengancam akan beralih mengunakan kayu bakar karena sulit dan mahalnya mendapatkan elpiji bersubsidi tiga kilogram.
Kepala Disperindag Cianjur Himam Haris mengatakan setelah mendapatkan kabar tersebut, pihaknya berkordinasi dengan Hiswana Migas Cianjur dan Pertamina untuk melakukan operasi pasar di wilayah tersebut.
Pihaknya juga mengandeng satu agen elpiji untuk menyediakan 560 tabung gas dengan harga Rp16 ribu per tabung.
"Kami akan menggelar kegiatan yang sama di setiap wilayah yang mengalami kesulitan pasokan, agar tidak terjadi keresahan warga yang kesulitan mendapatkan gas tiga kilogram sekalipun ada harganya mahal," katanya.
Bahkan, pihaknya telah mengajukan penambahan alokasi elpiji untuk Cianjur menjadi 1,5 juta tabung ke Pertamina, atau naik 40 persen dari alokasi tahun lalu.
Hal tersebut, kata dia, untuk memenuhi kebutuhan dan pemakaian masyarakat yang semakin meningkat.
Selain itu, kata dia, penambahan alokasi guna mencukupi kebutuhan agen untuk menyuplai sejumlah pangkalan.
Pihaknya berharap, dengan adanya penambahan tersebut, jumlah pangkalan di Cianjur ikut ditambah.
Terkait dengan sulitnya warga mendapatkan elpiji bersubsidi di sejumlah wilayah, katanya, hal itu karena terlambat pasokan ke masing-masing agen dari Pertamina.
Namun, pihaknya berharap, kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan ditambahnya alokasi dalam waktu dekat ini.
Hingga Jumat sore, ratusan tambung elpiji bersubsidi yang dijual di tengah lapangan Kademangan dalam operasi pasar tersebut, hampir habis terjual.
Pihak agen menjual dengan harga Rp16 ribu per tabung secara langsung kepada masyarakat setempat, sedangkan masing-masing warga diberi batasan pembelian dua tabung.
"Sampai pukul 16.00 WIB, sekitar 350 tabung terjual, sebagian besar masyarakat yang datang ke lapangan ini membawa dua tabung, sedangkan penjualan hanya untuk masyarakat, tidak untuk pengecer," kata Herdi, pemilik agen gas elpiji "Herminda". ***3***
Fikri
