Aipda Riki kemudian mengarahkan keduanya untuk menghindar dari jalan menuju Pos Pam Terpadu Operasi Ketupat Polres Sumedang. Diketahui keduanya telah berjalan kaki hampir sejauh dua kilo meter, seharusnya mereka menaiki angkot untuk menuju Rancakalong.
Sembari beristirahat, petugas lalu menyuguhkan minum untuk Abah Ojo dan Nini Halimah, sembari menanyakan kemana tujuan mereka hendak pergi.
Setelah diketahui pasti tujuannya, anggota Polres Sumedang lalu mengantarkan keduanya ke pangkalan angkot dengan menggunakan kendaraan dinas polisi. Sesampainya di pangkalan angkot, petugas menitipkan kepada sopir angkot untuk keduanya diantar sampai ke alamat rumah anaknya. Petugas juga memberikan ongkos kepada Abah Ojo dan Nini Halimah.
Tidak hanya itu, kata Aipda Riki, guna memastikan Abah Ojo dan Nini Halimah sampai ke tujuan, rekannya, anggota Sabhara Polres Sumedang menghubungi anggota Bhabinkamtibmas Desa Cisugan untuk mengawal dan mengantarkan kekek-nenek itu sampai ke rumah anaknya.
Alhasil, keduanya pun sampai di rumah sang anak. Kepada petugas, Daryat, sang anak, menyampaikan kalau mereka sudah bersilaturahmi pada Hari Raya Idul Fitri, Sabtu (22/5). Rupanya, keduanya sudah lupa, mengingat usianya yang sudah senja.
Empati
Kejadian Abah Ojo dan Nini Halimah nyasar ke jalan tol viral di media sosial. Video ketika keduanya dievakuasi oleh Aipda Riki Fajar menuai beragam komentar warga-net. Ada yang berempati dengan kasih sayang abah dan nini yang walau tak punya ongkos tetap berangkat demi melihat cucu.
Warga-net juga berempati dengan kepedulian anggota polisi yang telah membantu mengantarkan Abah Ojo dan Nini Halimah sampai ke rumah cucunya.