Cianjur (ANTARA) - Tim Peneliti dan Pemugaran Situs Megalitikum Gunung Padang di Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memulai tahap pemugaran guna mengembalikan sejumlah bebatuan di teras utama yang berubah ke posisi semula.
Ketua Tim Penelitian dan Pemugaran Situs Gunung Padang Ali Akbar di Cianjur, Senin, mengatakan penelitian dan pemugaran yang dilakukan cukup rumit karena tidak hanya di permukaan, namun terdapat lapisan budaya yang berada di bawah tanah.
"Pemugaran tahap awal fokus pada perbaikan struktur bebatuan di teras utama atau yang tampak di permukaan saat ini yang mengalami pergeseran, dikembalikan ke posisi asal," katanya.
Dimana batu yang sebelumnya dalam posisi tegak atau berdiri, kata dia, saat ini dalam posisi jatuh atau rebah, sehingga dikembalikan ke posisi awal tegak atau disebut dengan rekonstruksi, setelah tim menyakini hal tersebut berdasarkan data dan visual.
Tim melanjutkan pemugaran dan penguatan teras samping situs agar tidak longsor, sehingga prioritas utama memperpanjang usia situs dengan mengembalikan posisi dan penguatan teras samping yang ditargetkan tuntas akhir Desember sebelum melakukan kajian lebih lanjut.
"Sehingga awal tahun sudah ada tampilan baru berdasarkan struktur awal dari Situs Gunung Padang," ucapnya.
Sementara pemugaran yang dilakukan tim peneliti secara resmi dibuka Dirjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan (Kemenbud), didampingi Gubernur Jawa Barat, Bupati Cianjur dan sejumlah pejabat lainnya.
