Antarajawabarat.com,18/5 - Direktur Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) Teguh Wahyudi menyatakan bahwa teknologi "Somatic Embriyogenesis" dapat memenuhi permintaan pasar di Indonesia akan kebutuhan kakao.
"Jadi untuk kebutuhan pangan itu ekstrimnya berapa, itu kira-kira bisa dipenuhi dengan SE," jelas Teguh saat ditemui di kantor Puslitkoka di Jember, Jawa Timur, Sabtu,.
SE adalah salah satu tehnik kultur jaringan yang mampu menghasilan anakan selain sama dengan induknya, namun juga memiliki akar tunggang dan struktur percabangan yang mirip dengan tanaman asal biji.
Teguh menjelaskan bahwa teknologi ini dapat melakukan perbanyakan bahan tanam dengan melakukan pembelahan sel.
"Dengan SE, stok sel kakao dapat membelah dalam kurun waktu 21 hingga 30 hari dan bisa membelah sampai tiga hingga empat kali dari jumlah semula," jelas Teguh.
Artinya bila hari ini Puslitkoka memiliki stok sel kakao sebanyak satu juta sel, maka dalam satu bulan akan meningkat menjadi empat hingga lima juta, dan akan terus berkali lipat sesuai dengan jumlah stok sel yang dimiliki.
"Dalam hal produksi kakao kita sudah memenuhi 75 juta bibit. Sementara kapasitas kami di Puslitkoka br mencapai 45 hingga 50 juta," kata Teguh.
Teknologi SE yang berasal dari Pensylvania, Amerika, ini dikatakan Teguh mampu memberikan kuantitas produksi dan kualitas kakao Indonesia bisa menjadi lebih unggul dibandingkan dengan kakao produksi Pantai Gading yang kini menjadi salah satu pusat produksi kakao di dunia.
Biasanya bagian tanaman kakao yang akan diperbanyak adalah bagian bunga, yang dipotong-potong dan dimasukan ke dalam media agar-agar yang mengandung nutrisi serta hormon hingga potongan tanaman tersebut tumbuh menjadi calus lalu embrio dan akhirnya tanaman kecil yang memiliki akar.
Saat sudah berakar, maka embrio ini siap dipindahkan ke pembibitan yang biasanya disebut dengan aklimatisasi yang lalu dipelihara hingga berusia empat bulan sebelum siap ditanam di kebun.
"Di puslitkoka teknologi ini tidak hanya digunakan untuk perbanyak kakao namun juga kopi," imbuh Teguh. ***4***
antara
