ANTARAJAWABARAT.com, 4/9 - Badan Pusat Statistik Kota Bekasi, Jawa Barat, mencatat laju inflasi sebesar 1,05 persen pada Agustus 2012 di wilayah setempat dipicu kegiatan masyarakat selama merayakan Idul Fitri.
"Pada Agustus 2012 secara indeks harga konsumen Kota Bekasi menunjukkan adanya kenaikan dari sebelumnya 0,8," ujar Kepala BPS Kota Bekasi Slamet Waluyo di Bekasi, Selasa.
Menurut dia, sepanjang Agustus terjadi inflasi 1,05 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 131,05 pada bulan Juli 2012 menjadi 132,43 pada Agustus 2012.
"Banyak harga komoditas yang naik dari total tujuh kelompok penilaian selama Lebaran kemarin," katanya.
Menurut dia, kenaikan harga paling tinggi terjadi pada bahan makanan sebesar 2,09 persen yang dipicu oleh harga tahu mentah serta harga daging.
"Kenaikan harga tahu saat itu dikarenakan harga bahan baku kacang kedelai impor naik. Sedangkan harga daging mahal akibat tingginya permintaan masyarakat menjelang Lebaran," katanya.
Inflasi tertinggi kedua, kata dia, terjadi pada kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,91 persen. Kelompok sandang sebesar 1,04 persen, kelompok kesehatan 0,78 persen.
Kelompok makanan jadi seperti rokok dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,20 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,18 persen.
"Inflasi terendah terjadi pada kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar 0,07 persen," ujarnya.
Andi Firdaus
