"Ada kesedihan, sapi-sapi ini bertemu dengan saya tinggal hari ini. Karena nanti mereka harus pergi meninggalkan kandang ke tempat-tempat orang melaksanakan ibadah kurban. Sedih juga, karena kalau sesuatu pakai hati pasti ada ikatan batin," katanya dalam keterangannya di Subang, Jawa Barat, Sabtu.
Momen haru terjadi saat Dedi Mulyadi menengok sapi-sapinya di kandang untuk yang terakhir kali. Sebab mulai hari ini sapi-sapi tersebut akan didistribusikan untuk kurban ke berbagai daerah dalam rangka Idul Adha.
Dedi menuju kandang yang berada di belakang rumahnya di Lembur Pakuan, Subang, untuk melihat suasana terakhir sebelum nantinya sapi-sapi tersebut disalurkan dan dipotong.
Bagi Dedi Mulyadi, sapi-sapi tersebut selama diurus tidak hanya dimanfaatkan dagingnya tapi juga kotorannya.
"Bagian dari hobi saya untuk mengurus sapi bukan hanya dagingnya yang jadi harapan, tetapi kotorannya yang dibikin pupuk organik untuk sawah sekitar sini, dan nanti daun padinya untuk makan sapi lagi. Ini yang disebut dengan ekosistem ekonomi,” katanya.
Dalam momen hari terakhir kebersamaan dengan sejumlah sapi miliknya, Dedi Mulyadi untuk terakhir kalinya memberi makan pada sapi-sapinya.
Pewarta: M.Ali KhumainiEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026