"Bukan hanya warga sekitar saja, kami juga memberikan layanan kesehatan gratis bagi para santri," kata Bripka Mamat.
Tidak hanya pengobatan saja, pihaknya bersama istri yang merupakan seorang dokter umum, juga sering memberikan pelatihan kesehatan bagi santri salaf, terutama untuk pertolongan pertama.
Karena, kata dia, para santri itu rentan terserang penyakit, terutama kulit, batuk pilek, dan diare, sehingga mereka harus mempunyai bekal cukup untuk pertolongan pertama, sebelum selanjutnya dibawa ke dokter maupun rumah sakit.
"Kami juga menyediakan obat-obatan, yang langsung didistribusikan ke Pondok Pesantren," katanya.
Dirikan PKBM
Bripka Mamat tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan gratis saja, namun juga mendirikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang diberi nama Yayasan Akbar Bintang Rahmatullah. PKBM tersebut didirikan pada tahun 2019 silam, lantaran Bripka Mamat merasa prihatin ketika melihat banyak anak-anak terutama di wilayahnya bertugas, putus sekolah.
