Kondisi tersebut membuat ia memutuskan membangun PKBM yang nantinya anak-anak bisa mendapatkan ijazah melalui kejar paket, dengan setara SD, SLTP, dan SMA.
Semua itu dilakukan, agar mereka dapat merasakan pendidikan, dan PKBM yang didirikannya pun lagi-lagi gratis bagi warga kurang mampu.
"Saya bertugas di Kecamatan Mundu, dan kebanyakan anak-anak putus sekolah, di sini saya merasa terpanggil untuk membantu mereka dengan mendirikan PKBM," katanya sambil menunjukkan hasil kreasi siswa PKBM berupa lemari kayu.
Mamat mengatakan, setelah mereka mendapatkan ijazah, maka yang diperlukan adalah skil atau ketrampilan, agar bisa diterima di dunia kerja saat ini.
Untuk itu, pihaknya memberikan pelatihan gratis seperti pengelasan, pembuatan furnitur, dan juga servis mesin penyejuk udara atau AC.
