Kabupaten Bogor (ANTARA) - Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor, Jawa Barat mengoptimalkan tujuh posko untuk menekan penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak.

"Kita lakukan agar semua bergerak cepat menangani PMK ini," kata Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bogor Iwan Setiawan di Cibinong, Bogor, Rabu.

Baca juga: Deddy Mizwar belum pikirkan nyalon Pilgub Jabar

Ia menyampaikan tujuh posko tersebut lokasinya berada di kantor Diskanak Kabupaten Bogor kemudian enam pusat kesehatan hewan tersebar di Cibinong, Jonggol, Babakanmadang, Pamijahan, Jasinga dan Laladon.

Pemkab Bogor juga membuka layanan saluran telepon kewaspadaan tentang penanganan kasus PMK dengan nomor yang bisa dihubungi 081286443517.

"Silakan masyarakat yang menemukan indikasi ternaknya terpapar PMK melapor ke petugas dan posko-posko yang sudah disediakan," katanya.

Ia menyampaikan wabah yang melanda ternak di Bogor harus segera ditangani karena penyebarannya sudah meluas dan cepat.

"Virus ini harus ditangani segera karena penularannya begitu cepat," kata Iwan.

Ia mengungkapkan tercatat ada 13 ekor sapi perah mati akibat terjangkit PMK, terdiri dari dua induk dan 11 anak, selanjutnya ada 17 ekor sapi perah yang terpaksa dipotong agar bisa dikonsumsi sebelum mati akibat PMK.

Sampai 10 Juni 2022, kata dia, tercatat sebanyak 753 ekor ternak terkena PMK, terdiri dari 524 sapi perah dan 229 sapi potong. Selanjutnya, ada sebanyak 182 ekor ternak yang berhasil sembuh terdiri dari 39 sapi perah dan 143 sapi potong.
 

Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor : Staf Redaksi Jabar

COPYRIGHT © ANTARA 2026