Bandung Barat (ANTARA) - Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, menyiagakan sebanyak 120 personel untuk mendukung kelancaran arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Bandung Barat Mochammad Ridwan Evi di Bandung, Selasa, mengatakan ratusan personel tersebut akan ditempatkan di sejumlah posko pelayanan serta disiagakan secara berkeliling untuk memantau arus lalu lintas di jalur mudik.
“Untuk persiapan menyambut arus mudik terus kami matangkan baik dari menyiapkan 120 personel maupun sarana dan prasarana penunjang,” katanya.
Dia menjelaskan bahwa pihaknya kini tengah mendirikan lima posko pelayanan dan fasilitas sarana pendukung yang terdiri atas Posko Induk di Kantor Pemkab Bandung Barat, Posko Padalarang, Posko Lembang, Posko Cikalongwetan, dan Posko BBS-Cipatik.
“Kami juga menyiapkan sejumlah posko pelayanan dan perlengkapan mudik seperti 10 rambu portabel, 10 water barrier (pembatas jalan berisi air), 150 traffic cone (kerucut lalu lintas), dan 30 life jacket (jaket pelampung) untuk mendukung pengamanan arus mudik,” katanya.
Menurut dia, pihaknya juga menyiapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik rawan kemacetan selama arus mudik hingga arus balik Lebaran.
“Untuk manajemen rekayasa lalu lintas akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan, termasuk kanalisasi jalur di titik-titik yang berpotensi macet,” katanya.
Ia juga mengatakan Kabupaten Bandung Barat merupakan wilayah perlintasan pemudik baik melalui jalur tol maupun jalur arteri, seperti rute Jakarta, Cikampek, Purwakarta, Padalarang, Cileunyi untuk jalur tol.
Sementara itu, jalur non-tol yang biasanya dilintasi pemudik melalui rute Jakarta, Bogor, Sukabumi, Cianjur, Cipatat, Padalarang melalui Jalan Raya Cipatat.
Adapun rute lainnya yang melintasi jalur Karawang, Purwakarta, Cikalongwetan, Padalarang melalui Jalan Raya Purwakarta.
Pada kesempatan tersebut, dirinya juga memprediksi arus mudik Lebaran tahun ini terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 14 hingga 15 Maret 2026 dan 18 hingga 19 Maret 2026.
“Diprediksi ada dua gelombang lonjakan pemudik, pertama pada 14 hingga 15 Maret bertepatan dengan penerapan work from anywhere (WFA), kemudian gelombang kedua pada 18 hingga 19 Maret yang bertepatan dengan libur Hari Raya Nyepi dan akhir pekan,” katanya
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.