Nampaknya opsi unggah 10 menit itu baru muncul di kawasan AS dan Eropa namun tentunya tak lama lagi opsi itu akan muncul secara global.
Baca juga: TikTok luncurkan fitur literasi digital untuk pengguna di Indonesia
"Tahun lalu kami mengenalkan video yang lebih panjang, memberikan komunitas kami lebih banyak waktu untuk berkreasi maupun untuk mendapatkan hiburan di TikTok. Hari ini kami semangat mengeluarkan fitur baru mengunggah video sampai 10 menit dan kami berharap dapat menjangkau potensi kreativitas dari para kreator kami di seluruh dunia," kata juru bicara TikTok dikutip dari The Verge, Selasa.
Baru beberapa pengguna yang menerima notifikasi untuk fitur unggah video dengan durasi 10 menit tersebut, termasuk Konsultan dan Analis Media Sosial Matt Navarra yang menunjukkan pembaruan aplikasi TikTok-nya lewat cuitan di twitternya @mattnavara.
Analis itu berpendapat, ini menjadi cara TikTok untuk memiliki hubungan yang lebih baik dengan penggunanya dan memudahkan monetisasi. Tentunya ini juga akan menjadi persaingan yang makin sengit antara TikTok dan YouTube mengingat kini keduanya berlomba- lomba menjadi platform penyedia video bagi audiens global.
Matt Navara ikut berpendapat bahwa TikTok kini harus bekerja ekstra keras untuk memastikan posisi dan juga keberlangsungannya sebagai platform video di tengah- tengah migrasi para pesaingnya seperti Reels dari Meta, Shorts dari YouTube, dan Spotlight dari Snapchat menghadirkan fitur video pendek.
"Merka harus bisa menghadirkan rumah bagi konten- konten berdurasi panjang mengingat 'feed' vertikal kurang cocok dengan bentuk konten panjang dan lebih cocok dengan konten berdurasi pendek yang biasanya menjadi keahlian mereka," ujar Matt.
Baca juga: TikTok mengaku bangga dengan banyaknya tren Indonesia yang mendunia
Baca juga: 10 kategori konten tren di TikTok 2021 di Indonesia
Pewarta: Livia KristiantiEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026