Herry mengatakan permasalahan itu bakal timbul jika stok minyak goreng kemasan di toko ritel justru diburu dan dihabiskan oleh para pedagang pasar. Akibatnya, kata dia, masyarakat bakal kesulitan untuk mendapat minyak goreng.

"Makanya kami selalu meminta kepada kementerian untuk minta tolong segera diberikan, baik curah maupun kemasan untuk dimasukkan ke pasar tradisional, samain aja," kata dia.

"Karena kalau nggak disamakan, jadi timbul fenomena pedagang pasar antre di toko ritel, habisnya bukan sama ibu-ibu tuh," tambahnya.

Baca juga: Mendag OP 22.800 liter minyak goreng di Bandung dan Sukabumi

Baca juga: Disdagin Kota Bandung minta warga beli minyak goreng sesuai kebutuhan


Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor : Yuniardi Ferdinan

COPYRIGHT © ANTARA 2026