"Saya bisa membuat tiga sepeda ontel dan sebuah vespa dalam sejam, semuanya terbuat dari lintingan koran bekas," kata Jalu di Bandung, Jumat.
Pria gempal yang mirip artis Dedy Dhukun itu mengaku semakin yakin kiprahnya mendaur ulang kertas koran bekas bisa menjadi barang-barang yang berguna dan bernilai jual.
Ia secara khusus menyewa sebuah kios untuk dijadikannya sebagai bengkel seni di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat di Jalan Dipatiukur Kota Bandung.
Berbagai kerajinan tangan, aksesoris ruangan dan peralatan lainnya berhasil diciptakannya seperti hiasan sepeda ontel, sepeda motor, vespa, pas kembang, tong sampah, kap lampu, keranjang belanja hingga kursi yang semuanya dibuat dari lintingan kertas koran bekas.
"Semuanya bahan baku dari koran bekas, lem dan bahan pewarna alami dari tumbuhan. Semuanya diramu menjadi nilai seni dan bernilai ekonomis," kata Jalu.
Berkat kreasinya itu, ia mampu menghidupi sekitar 128 orang lainnya untuk ikut berkiprah pada usaha kerajinan lintingan kertas koran itu.
"Masalah harga jual relatif, tergantung tingkat kesulitannya. Yang terpenting saya bisa mengajak yang lain untuk menikmati kegiatan ini dan memiliki nilai ekonomisnya," kata Jalu.
Uniknya, dari sekitar 128 orang yang ikut sebagai pengrajin itu, sebanyak 60 orang diantaranya adalah ibu-ibu lansia. Sedangkan yang lainnya adalah penganggur, anak jalanan serta beberapa orang rekannya.
"Saya sangat menikmati profesi ini, dan saya berharap ke depan bisa menjadi penghidupan orang banyak. Dan saya senang bisa membantu mereka," kata pria berambut gondrong itu.
Berkat kreasi dan kiprahnya sebagai pengrajin lintingan koran itu, Jalu mendapat bantuan dari Dinas UKM dan Koperasi Jawa Barat. Peminat produknya tidak hanya dari Kota Bandung namun juga para wisatawan domestik maupun mancanegara.***3***
Syarif A
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026