Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mendata sampai dengan triwulan III realisasi investasi di daerah itu sebesar Rp2,8 triliun, dari target Rp4,4 triliun pada 2022.
"Hingga triwulan III investasi di Kabupaten Cirebon sudah Rp2,8 triliun," kata Kepala DPMPTSP Kabupaten Cirebon Dede Sudiono di Cirebon, Jumat.
Baca juga: Pemkab Cirebon terima 600 vial vaksin COVID-19
Dede mengatakan investasi di Kabupaten Cirebon saat ini sudah semakin mudah, karena investor dapat mendapatkan perzinaan melalui daring, dan ketika ingin didampingi pun dipastikan semua difasilitasi.
Menurutnya investasi pada tahun 2022 ini terdapat beberapa perusahaan besar, mulai dari makanan, alas kaki, dan juga industri garmen dengan total nilai investasi mencapai Rp2,8 triliun.
Ia menjelaskan nilai investasi tersebut memang masih tertinggal jauh bila dibandingkan dengan investasi pada periode yang sama di tahun 2021.
"Pada tahun 2021 untuk triwulan III, nilai investasi sudah mencapai Rp4,4 triliun, jadi ada penurunan yang cukup signifikan," tuturnya.
Baca juga: Pemkab Cirebon persiapkan 4 rumah sakit tangani gagal ginjal akut
Dede menambahkan pada tahun 2022 ini, DPMPTSP Kabupaten Cirebon, ditargetkan menyerap investasi sebanyak Rp4,4 triliun, dan ia pesimis target tersebut bisa tercapai.
Saat ini lanjut Dede, Pemkab Cirebon memang mempermudah perizinan investasi, dan iklimnya pun semakin dipermudah, sehingga siapa pun yang akan berinvestasi dilayani dengan baik.
Namun, Ia berharap investasi di Kabupaten Cirebon bisa didominasi oleh industri padat karya, agar dapat menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya, sehingga pertumbuhan ekonomi daerah bisa maju.
"Kami pastikan perizinan sangat mudah, apalagi di Kabupaten Cirebon sudah ada Satgas Percepatan Investasi yang diketuai langsung oleh Bupati Cirebon Imron," katanya.
Baca juga: Pemkab Cirebon siapkan 1.069 formasi PPPK untuk tenaga honorer
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2022
"Hingga triwulan III investasi di Kabupaten Cirebon sudah Rp2,8 triliun," kata Kepala DPMPTSP Kabupaten Cirebon Dede Sudiono di Cirebon, Jumat.
Baca juga: Pemkab Cirebon terima 600 vial vaksin COVID-19
Dede mengatakan investasi di Kabupaten Cirebon saat ini sudah semakin mudah, karena investor dapat mendapatkan perzinaan melalui daring, dan ketika ingin didampingi pun dipastikan semua difasilitasi.
Menurutnya investasi pada tahun 2022 ini terdapat beberapa perusahaan besar, mulai dari makanan, alas kaki, dan juga industri garmen dengan total nilai investasi mencapai Rp2,8 triliun.
Ia menjelaskan nilai investasi tersebut memang masih tertinggal jauh bila dibandingkan dengan investasi pada periode yang sama di tahun 2021.
"Pada tahun 2021 untuk triwulan III, nilai investasi sudah mencapai Rp4,4 triliun, jadi ada penurunan yang cukup signifikan," tuturnya.
Baca juga: Pemkab Cirebon persiapkan 4 rumah sakit tangani gagal ginjal akut
Dede menambahkan pada tahun 2022 ini, DPMPTSP Kabupaten Cirebon, ditargetkan menyerap investasi sebanyak Rp4,4 triliun, dan ia pesimis target tersebut bisa tercapai.
Saat ini lanjut Dede, Pemkab Cirebon memang mempermudah perizinan investasi, dan iklimnya pun semakin dipermudah, sehingga siapa pun yang akan berinvestasi dilayani dengan baik.
Namun, Ia berharap investasi di Kabupaten Cirebon bisa didominasi oleh industri padat karya, agar dapat menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya, sehingga pertumbuhan ekonomi daerah bisa maju.
"Kami pastikan perizinan sangat mudah, apalagi di Kabupaten Cirebon sudah ada Satgas Percepatan Investasi yang diketuai langsung oleh Bupati Cirebon Imron," katanya.
Baca juga: Pemkab Cirebon siapkan 1.069 formasi PPPK untuk tenaga honorer
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2022