Satgas COVID-19 Cianjur, Jawa Barat, menyatakan empat orang yang menjalani isolasi di vila khusus penanganan COVID-19 di Kecamatan Pacet, berangsur membaik.

Dua orang di antaranya segera diperbolehkan pulang setelah hasil tes usap kedua keluar dan dinyatakan negatif.

"Dua orang sudah diperbolehkan pulang, keduanya merupakan ASN di lingkungan Pemkab Cianjur, sedangkan dua orang lainnya masih menjalani isolasi sambil menunggu hasil swab kedua. Seorang di antaranya merupakan tenaga medis di puskesmas di Cianjur," kata Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Cianjur, dr Yusman Faisal di Cianjur Kamis.

Ia menjelaskan untuk tenaga medis yang merupakan bidan tersebut diketahui positif COVID-19 setelah dilakukan tes PCR yang secara rutin digelar satgas di berbagai kalangan termasuk kantor dinas, instansi, puskesmas dan perkampungan warga. Mendapati hal tersebut, petugas langsung melakukan penelusuran dan melakukan tes usap..

Mereka yang sempat datang ke puskesmas dan sempat berinteraksi dengan bidan tersebut, langsung menjalani tes usap untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Tercatat 150 orang yang diduga sempat berinteraksi langsung dengan tenaga medis, diambil sampel dahak dan darahnya.

"Kami masih menunggu hasil lab dari sampel 150 orang tersebut, hingga saat ini, kami tidak menutupo aktifitas di puskesmas karena hasil tes cepat tidak memnunjukan ada yang terpapar," katanya.

Ia menambahkan, hingga saat ini, tinggal dua orang yang masih menjalani isolasi di vila khusus karena disertai penyakit penyerta, seorang diantaranya tenaga medis."Harapan kami dalam beberapa pekan kedepan, kondisi kesahatan keduanya terus membaik, sehingga dapat segera dipulangkan," katanya.

Ia menjelaskan, selama pandemi COVID-19 di Cianjur, tercatat 8 orang dinyatakan popsitif COVID-19, sebagian besar kembali sembuh dan sudah beraktifitas seperti semula, namun mereka dianjurkan untuk mengurangi kegiatan di luar rumah dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Untuk penanganan lebih dari sepuluh orang, namun sebagian besar memiliki KTP luar Cianjur, sehingga tidak masuk dalam data positif COVID-19 Cianjur. Berbagai upaya akan terus dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus berbahaya," katanya.

Baca juga: Kasus positif COVID-19 di Purwakarta bertambah jadi 199 orang

Baca juga: Dinkes Cianjur: Warga bekerja di luar kota wajib periksa kesehatan

 

Pewarta: Ahmad Fikri

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2020