Kuningan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, membantu pengembangan kopi hasil panen petani di daerah tersebut melalui penguatan kualitas, tata kelola, dan kesiapan pasar agar mampu diekspor dalam jumlah banyak.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kuningan Wahyu Hidayah di Kuningan, Senin, mengatakan pengembangan kopi dilakukan secara bertahap dari hulu hingga hilir dengan fokus utama pada peningkatan mutu dan kapasitas petani.
“Penguatan kualitas, tata kelola, serta kemampuan petani menjadi kunci agar peluang pasar global dapat dimanfaatkan secara optimal,” katanya.
Ia menyebutkan berkat dukungan pemerintah daerah, tren produksi kopi di Kuningan menunjukkan peningkatan signifikan, terutama untuk jenis robusta yang mencapai 1.173,39 ton pada 2025 atau naik dari 726,03 ton pada 2024.
Sementara itu, kata dia, produksi kopi arabika relatif stabil dengan produktivitas sekitar 900 kilogram per hektare.
Meski demikian, Wahyu mengakui tantangan masih berada pada sektor hilir, khususnya terkait standardisasi mutu dan pengolahan pascapanen yang menjadi penentu daya saing di pasar internasional.
“Fokus kami saat ini, untuk standardisasi mutu dan pengolahan pascapanen agar kopi dari Kuningan semakin dikenal kualitasnya,” katanya.
Ia mengakui sebenarnya komoditas kopi dari Kuningan sudah berhasil diekspor ke luar negeri, tetapi jumlahnya tidak begitu banyak.
Atas dasar tersebut, Diskatan bekerja sama dengan berbagai pihak, untuk memberikan pelatihan serta bimbingan teknis mengenai metode pertanian berkelanjutan di tingkat petani kopi.
Sementara itu, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menuturkan sejumlah lahan perkebunan kopi di daerahnya sudah memasuki waktu panen, misalnya di Desa Karangsari.
Ia menuturkan kopi saat ini tidak lagi hanya dipandang sebagai komoditas mentah, melainkan produk bernilai tambah yang mengedepankan kualitas, cerita, dan pengalaman.
“Peningkatan kualitas dan nilai tambah harus menjadi fokus kami, agar kopi Kuningan tidak berhenti pada tahap bahan baku,” katanya.
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026