Cimahi (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi, Jawa Barat, mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk beralih menggunakan transportasi umum sebagai upaya penghematan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di lingkungan pemerintahan.

Wali Kota Cimahi Ngatiyana di Cimahi, Selasa, mengatakan kebijakan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan dinas berbahan bakar fosil.

“ASN beralih ke transportasi umum atau moda ramah lingkungan untuk mengurangi emisi dan efisiensi energi,” katanya.

Selain transportasi umum, ASN juga dianjurkan menggunakan kendaraan listrik, sepeda, maupun berjalan kaki dalam mendukung pola mobilitas yang lebih berkelanjutan.

Menurut dia, perubahan kebiasaan dalam penggunaan moda transportasi ini tidak hanya berdampak pada pengurangan polusi udara, tetapi juga berkontribusi terhadap efisiensi anggaran operasional pemerintah daerah.

Pada kesempatan tersebut, Pemkot Cimahi juga menyebut telah menerapkan sistem pengawasan kebijakan Work From Home (WFH) melalui presensi digital guna memastikan kedisiplinan ASN tetap terjaga.

“Jam kerja tetap mengacu pada ketentuan nasional, dan pelanggaran terhadap kewajiban presensi akan dikenakan sanksi disiplin,” ujarnya.

Ia juga menambahkan pemerintah daerah akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap kebijakan tersebut untuk mengukur efektivitas.

“Laporan dari masing-masing perangkat daerah menjadi dasar evaluasi, baik dari sisi efisiensi energi maupun kualitas pelayanan publik,” katanya.

Melalui langkah berbagai langkah tersebut, Pemkot Cimahi berharap dapat mendorong terciptanya budaya kerja yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

 



Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026