Cimahi (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi, Jawa Barat, memastikan ketersediaan liquefied petroleum gas (LPG) 3 kilogram di wilayahnya dalam kondisi aman di tengah isu krisis energi akibat konflik di kawasan Timur Tengah.

Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira dalam keterangannya di Cimahi, Sabtu, mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu merasa panik dan tetap membeli LPG sesuai kebutuhan.

“Untuk warga Cimahi tidak perlu panik, apalagi panic buying. Tidak ada kelangkaan stok. InsyaAllah eskalasi konflik di Timur Tengah tidak berdampak terhadap gas LPG,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa ketersediaan stok LPG 3 kilogram dalam sebulan terakhir tetap stabil meskipun di tengah dinamika global yang kerap disebut berpotensi memengaruhi pasokan.

Bahkan pada periode bulan Ramadhan sebelumnya, stok telah disiapkan lebih banyak guna mengantisipasi peningkatan permintaan masyarakat.

Kepala Bidang Perdagangan Disdagkoperind Kota Cimahi Indra Bagjana juga memperkuat pernyataan tersebut dan menyebut stok LPG bersubsidi tersebut hingga saat ini masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Untuk stok alhamdulillah masih terjaga, tidak ada kelangkaan dan gejolak di tengah masyarakat,” kata Indra.

Sementara itu, data Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperind) Kota Cimahi menunjukkan bahwa kuota LPG 3 kilogram untuk Kota Cimahi mencapai 19.059 metrik ton atau setara 529.416 tabung per bulan.

Dia menyebut,stok LPG 3 kilogram bahkan sempat melebihi kebutuhan pada momentum Lebaran 2026 melalui penyaluran fakultatif guna menjaga ketersediaan pasokan saat Hari Raya Idul Fitri.

“Bahkan sempat melimpah melebihi kebutuhan. Intinya stok terus kami antisipasi pada momentum tertentu sehingga kuota tetap mengalir,” ujarnya.

Pemerintah Kota Cimahi juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Ga (Hiswana Migas) dan para agen, untuk memastikan distribusi LPG 3 kilogram tetap berjalan lancar dan merata di seluruh wilayah.



Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026