Cirebon (ANTARA) - Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat George Edwin Sugiharto menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah dalam pelestarian keraton di Cirebon, Jabar, sebagai warisan budaya bangsa.
Menurut dia, Cirebon memiliki sejarah panjang sebagai pusat kebudayaan yang menjadi fondasi penting bagi identitas masyarakat, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Cirebon ini kebudayaan tua dan ini adalah salah satu fondasi. Jadi bukan hanya jati diri masyarakat Cirebon dan Jabar, tapi jati diri bangsa,” katanya saat dikonfirmasi di Cirebon, Jumat.
Ia menyebutkan pelestarian keraton harus dilakukan secara bersama-sama, agar nilai sejarah dan budaya yang terkandung di dalamnya tetap terjaga.
Oleh karena itu, kata dia, kolaborasi antar pemerintah menjadi kunci agar upaya pelestarian tidak berjalan sendiri-sendiri.
George juga mengapresiasi perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan (Kemenbud), yang dinilai serius dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya di Cirebon.
“Kami sangat apresiasi kepada Pak Menteri Kebudayaan yang sangat serius untuk kita bisa menjaga bersama-sama,” ujarnya.
Dari sisi legislatif daerah, lanjut dia, DPRD Jabar telah memberikan perhatian melalui alokasi anggaran untuk keraton-keraton di Cirebon.
Ia menjelaskan, anggaran yang telah disiapkan berasal dari APBD Provinsi Jabar guna mendukung pemeliharaan dan revitalisasi kawasan keraton.
“Dari APBD murni sekitar Rp1 miliar, kemudian saya dapat informasi dari kepala dinas ada tambahan lagi untuk revitalisasi (keraton) sekitar Rp2 miliar,” katanya.
Ia menilai dukungan anggaran tersebut, menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga pelestarian aset budaya.
Selain itu, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kemenbud agar pelaksanaan program tidak tumpang tindih.
Ia berharap, sinergiitas yang terjalin dapat memastikan pelestarian keraton di Cirebon berjalan optimal dan berkelanjutan.
“Supaya tidak tumpang tindih, kita akan koordinasi dengan kementerian. Jadi kita menjaga keraton di Cirebon ini bersama-sama,” ujarnya.
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Akbar Nugroho Gumay
COPYRIGHT © ANTARA 2026