Garut (ANTARA) - Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Garut, Jabar memperkuat sinergitas lintas pemangku kepentingan untuk memperluas akses keuangan bagi usaha mikro, kecil, menengah (UMKM), pertanian, dan pariwisata dalam menumbuhkan ekonomi daerah secara inklusif dan berkelanjutan.
"Program yang telah dilaksanakan sepanjang 2025 menjadi upaya nyata dalam memperluas akses dan pemanfaatan layanan keuangan formal oleh masyarakat secara lebih inklusif dan berkelanjutan," kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya Nofa Hermawati saat Rapat Pleno TPAKD Kabupaten Garut di Garut, Rabu.
Rapat pleno tersebut tidak hanya dihadiri kepala OJK, tetapi juga Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina, Sekretaris Daerah Kabupaten Garut Nurdin Yana, serta anggota TPAKD dan para pemangku kepentingan terkait yang salah satunya membahas program penguatan perluasan akses keuangan.
Ia menyampaikan sepanjang 2025 TPAKD Kabupaten Garut telah melaksanakan delapan program kerja yang berfokus pada peningkatan akses keuangan masyarakat, pemberdayaan UMKM, serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan khususnya bagi perempuan dan kelompok disabilitas.
OJK juga terus mendorong penguatan Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) dan Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) melalui pendekatan berbasis klaster dan ekosistem untuk memastikan pembiayaan yang disalurkan lebih produktif dan berkelanjutan.
Melalui PED, lanjut dia, pengembangan difokuskan pada sektor unggulan daerah seperti peternakan dan pertanian, sedangkan EKI mengintegrasikan seluruh rantai nilai produksi, distribusi hingga pemasaran dengan layanan keuangan formal.
Ia menyebutkan pada 2026 program EKI direncanakan dikembangkan di Desa Wisata Tepas Papandayan untuk mendukung potensi pariwisata dan ekonomi kreatif lokal melalui perluasan akses pembiayaan dan literasi keuangan.
"Sebelumnya, implementasi EKI di Desa Wisata Sindangkasih pada tahun 2024 menunjukkan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas pelaku usaha serta penggunaan layanan keuangan formal," katanya.
Ia menyampaikan TPAKD Kabupaten Garut juga melanjutkan penguatan klaster peternak domba serta mendukung Program Upland untuk komoditas kentang sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor pertanian unggulan daerah.
Selain itu, TPAKD memperkenalkan program Berbagi Hewan Kurban (Berehan) yang bertujuan memberdayakan peternak lokal melalui skema penyediaan hewan kurban bagi aparatur sipil negara, sehingga dapat menciptakan kepastian pasar bagi peternak.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menegaskan pentingnya sinergitas seluruh pemangku kepentingan dalam memperluas akses keuangan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif.
Melalui rapat pleno itu, kata dai, seluruh anggota TPAKD Kabupaten Garut berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam memperluas akses keuangan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
"TPAKD memiliki peran strategis sebagai forum koordinasi di daerah dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan, sekaligus mendorong pembiayaan sektor produktif seperti UMKM, petani, dan peternak," kata dia.
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026