Cianjur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meluncurkan program yang mengharuskan aparatur sipil negara berbelanja di pasar rakyat yang ada di Cianjur serta menggandeng Bank BJB dalam penggunaan QRIS untuk memperkuat ekonomi lokal dan mempercepat digitalisasi transaksi.
Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian di Cianjur, Jumat, mengatakan program ASN Bersama Sinergi Memajukan Pasar Rakyat (Ber-Sinar) sebagai bentuk mendorong dan memajukan perekonomian masyarakat di tingkat lokal Cianjur.
“Memajukan pasar rakyat dimulai dari ASN sehingga dapat diikuti masyarakat secara luas dalam mendukung perputaran ekonomi dengan berbelanja kebutuhan sehari-hari di pasar rakyat," katanya.
Dia menjelaskan, kebiasaan belanja di pasar rakyat menggunakan transaksi digital dapat meningkatkan perputaran uang di daerah sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sehingga menjadi budaya bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Kami mendorong transaksi dilakukan secara digital menggunakan QRIS bekerjasama dengan Bank BJB guna memudahkan masyarakat saat berbelanja kebutuhan pangan di pasar rakyat," katanya.
Bahkan tambah dia, pihaknya akan menata pasar rakyat agar menarik, bersih, aman, dan nyaman layaknya pasar moderen sehingga masyarakat betah berlama-lama saat berbelanja keperluan terutama menjelang Ramadhan dan Lebaran 2026.
Selain itu, menambah sejumlah sarana dan prasarana penunjang agar menarik minat masyarakat untuk berbelanja ke pasar rakyat, serta mengarahkan angkutan umum melayani penumpang untuk cepat sampai ke pasar yang dituju.
"Kami targetkan pasar rakyat terutama Pasar Induk Cianjur menjadi pusat perbelanjaan masyarakat sekaligus motor penggerak ekonomi daerah yang berkontribusi pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Cianjur," katanya.
Sedangkan terkait bank lain yang akan terlibat dalam transaksi digital di pasar rakyat tambah dia, tidak menutup kemungkinan akan bertambah sehingga lebih memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi digital.
