Bandung (ANTARA) - PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) X Jawa Barat mencatat lonjakan nasabah baru mencapai 43,54 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) sepanjang 2025, dengan indikasi pergeseran paradigma masyarakat dari sekadar meminjam uang menjadi berinvestasi.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil X Jawa Barat, Dede Kurniawan, dalam keterangan di Bandung, Rabu, mengungkapkan pencapaian impresif ini tidak hanya terlihat pada penambahan pengguna baru, tetapi juga pada basis nasabah aktif yang tumbuh sebesar 15,34 persen.
Dede mengatakan fenomena dominasi sektor non-gadai, seperti investasi emas dan pembiayaan produktif bagi UMKM ini, manifestasi adaptasi korporasi dalam beradaptasi dengan karakter konsumen modern yang kian melek digital.
"Pertumbuhan nasabah baru yang mencapai 43,54 persen ini adalah bukti nyata bahwa kepercayaan masyarakat Jawa Barat semakin kuat. Kami tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat gadai konvensional, tetapi telah bertransformasi menjadi mitra solusi keuangan yang relevan bagi berbagai generasi, termasuk milenial dan Gen Z," ujar Dede Kurniawan.
Dede menjelaskan kenaikan nasabah aktif sebesar 15,34 persen juga mencerminkan loyalitas tinggi masyarakat terhadap ekosistem digital yang dibangun perusahaan.
Aplikasi Tring! by Pegadaian serta layanan tabungan emas, juga disebut menjadi motor utama yang mengubah cara pandang masyarakat terhadap pengelolaan keuangan.
Menurutnya, saat ini ada tren di mana masyarakat mulai memanfaatkan lembaga jasa keuangan ini sebagai instrumen perencanaan masa depan melalui investasi emas, baik secara fisik maupun digital.
"Kami melihat adanya pergeseran tren, di mana masyarakat mulai memanfaatkan Pegadaian untuk perencanaan masa depan, seperti investasi emas fisik maupun digital. Ke depan, kami berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan inklusi keuangan hingga ke pelosok Jawa Barat melalui kolaborasi ekosistem Ultra Mikro (UMi)," ujarnya.
Menyongsong tahun 2026, Pegadaian Jawa Barat menyatakan optimismenya untuk menjaga momentum pertumbuhan ini. Strategi penyederhanaan layanan yang lebih cepat dan aman, serta integrasi layanan ke pelosok daerah, diproyeksikan akan terus memperkuat inklusi keuangan di wilayah tersebut.
