Bandung (ANTARA) - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat menekankan agar Bank Jabar Banten (BJB) tidak lagi sekadar fokus pada setoran pendapatan daerah, namun harus memprioritaskan penyaluran pembiayaan produktif yang bersifat inklusif guna menstimulasi aktivitas ekonomi riil masyarakat.
Ketua Komisi III DPRD Jawa Barat, Jajang Rohana, mengatakan kontribusi perbankan daerah harus dirasakan langsung oleh penggerak roda perekonomian di level akar rumput, khususnya di wilayah potensial seperti Kabupaten Bandung.
"Sepatutnya BJB, semisal di Soreang dapat terus memberikan sumbangsih nyata bagi pembangunan daerah, baik melalui peningkatan pendapatan, perluasan akses layanan perbankan, maupun dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Jawa Barat," ujar Jajang dalam keterangan di Bandung, Minggu.
Menurut Jajang, meskipun dominasi kredit konsumer masih menjadi penopang yang stabil, pergeseran atau penyeimbangan ke arah sektor produktif menjadi kunci agar dampak pembangunan daerah lebih signifikan.
Ia menilai potensi ekonomi yang ditopang Bank BJB memberikan keuntungan tersendiri bagi para penggerak perekonomian di Jabar.
Jajang sebelumnya bersama jajaran Komisi III DPRD Jawa Barat, melaksanakan kunjungan kerja evaluasi kinerja mitra kerja Tahun 2025 dan rencana kerja Tahun 2026 di Bank BJB Cabang Soreang, Kabupaten Bandung (8/1).
Dalam evaluasi tersebut, manajemen BJB memaparkan capaian kinerja hingga Desember 2025 yang mencatatkan tren positif. Indikator hijau terlihat dari peningkatan total aset, penyaluran kredit secara umum, serta penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK).
