Cianjur (ANTARA) - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mempersiapkan berbagai langkah strategis untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 dengan mengoptimalkan penerimaan pajak dan retribusi daerah.
Kepala Bapenda Kabupaten Cianjur Cicih Permasih di Cianjur, Jumat, mengatakan berbagai langkah strategis dilakukan melalui berbagai inovasi, intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah, serta penguatan sinergi lintas sektor.
"Kami berharap dengan disusunnya langkah strategis di tahun 2026, dapat meningkatkan PAD dari berbagai sektor pajak yang belum maksimal dari sisi persentase realisasi penerimaan pajak daerah sepanjang 2025, yang relatif belum optimal," katanya.
Menurut dia, dari nilai akumulasi secara nominal terjadi peningkatan yang cukup signifikan, dimana pada akhir tahun 2025 pihaknya membukukan penerimaan pajak daerah sebesar Rp389 miliar, namun secara persentase tercapai sekitar 92 persen dari target sebesar Rp419 miliar.
Berbagai sektor pajak daerah berkontribusi positif terhadap realisasi penerimaan sepanjang 2025, bahkan sebagian besar melampaui target seperti penerimaan pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) yang mencapai 151 persen.
"Diikuti pajak sarang burung walet sebesar 113 persen, Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sebesar 101 persen, dan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dengan realisasi sebesar 100 persen," katanya.
Sedangkan jenis pajak lainnya yang menunjukkan kinerja positif, namun belum sepenuhnya mencapai target seperti pajak air tanah sebesar 96 persen, pajak reklame sebesar 94 persen, dan opsen pajak kendaraan bermotor (PKB) sebesar 91 persen.
